5 Tips Meredam Stres dan Panik di Tengah Pandemi Corona Covid-19


Sabtu, 28 Maret 2020 - 13:03:45 WIB
5 Tips Meredam Stres dan Panik di Tengah Pandemi Corona Covid-19 Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pandemi virus Corona Covid-19 menyerang seluruh dunia. Setiap hari, berita munculknya kasus baru hingga jumlah korban meninggal terpampang di layar kaca hingga smartphone.

Hal ini bisa membuat sebagian orang merasa stres. Bahkan, bukan tak mungkin ada yang mengalami serangan panik, akibat situasi pandemi virus Corona Covid-19 yang genting.

Baca Juga : Lebaran Sebentar Lagi, Ini Cara Membuat Lontong Daun Pisang Anti Gagal

Menurut psikolog dan ilmuwan Mary Alvord, panik adalah respon alami manusia terhadap stres.

"Sebagai manusia, apa yang rasanya perlu kita lakukan untuk bertahan hidup? Air botolan ludes dari rak-rak toko, meskipun tidak ada kelangkaan air. Kita tidak perlu lima dus botol air, dan sekarang toko-toko membatasi pembelian menjadi maksimal satu atau dua dus," ujarnya, dilansir VOA Indonesia, Kamis (26/3/2020).

Baca Juga : Jelang Idul Fitri 1442 Hijriah, Smartfren Optimalkan Jaringan dan Beri Extra Unlimited Sahur Full Speed

Nah, untuk meredakan stres dan mencegah panik di tengah situasi pandemi, ada beberapa tips dari psikolog yang bisa Anda lakukan. Apa saja?

1. Saring informasi

Para psikolog menambahkan kita harus pandai menyaring sumber berita supaya mendapat informasi yang tepat. Dan juga penting untuk mengendalikan emosi dan terhindar dari kepanikan.

2. Perbanyak komunikasi

Situasi ini juga bisa membuat Anda memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan kawan atau keluarga lama Anda.

"Coba lihat ini sebagai kesempatan baru. Sekarang kita lebih banyak di rumah; Kita bisa menjalin hubungan lebih dekat dengan saudara atau teman yang sudah lama tidak berkomunikasi. Dalam setiap krisis selalu ada kesempatan," tambahnya.

3. Tetap pada rutinitas

Psikolog Vaile Wright mengatakan kita tidak boleh meremehkan rutinitas. Jadwal dan rutinitas membantu kita lebih tenang dan memberi kesan kehidupan normal seperti biasa.

"Untuk mempersiapkan diri secara mental, kita harus melakukan hal-hal seperti perawatan diri. Penting untuk mempertahankan rutinitas, tidur pada waktu yang sama setiap malam dan bangun di pagi hari seperti hari kerja biasa. Jangan perlakukan seperti hari libur. Tetap mandi dan berdandan. Makan pada waktu yang sama," ujar Wright.

4. Sering FaceTime dan Skype

Psikiater Irina Meliksetyan menambahkan cara seseorang merespon situasi krisis sangat tergantung pada tipe psikologis mereka.

"Lebih sulit bagi para introvert yang sudah punya rasa cemas hidup dalam stres terus menerus. Mereka sangat merasa terisolasi karena tidak bisa bertemu dengan orang-orang yang biasa mereka andalkan. Tapi untungnya sekarang kita punya teknologi -- telepon, Skype dan FaceTime. Ini membantu kita untuk tetap berkomunikasi dengan orang-orang terkasih, untuk menunjukkan belas kasihan, untuk memperlihatkan kita peduli dan mengetahui bahwa orang lain peduli pada kita," kata Irina.

5. Lakukan teknik pernapasan

Dalam serangan panik yang lebih parah, bernapas dengan benar bisa mengurangi tingkat stres dan kecemasan.

"Tarik napas, dengan sangat perlahan. Lalu hembuskan napas. Lakukan sedikitnya tiga kali -- dan kita akan merasakan kecemasan berkurang perlahan-lahan. Coba untuk tetap bersikap positif, tetap tenang. Ini hanya sesuatu yang kita semua perlu lalui," imbuhnya.(*)

Editor : NOVA | Sumber : suara.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]