Waduh! Dokter di AS Ketakutan Tangani Pasien Corona


Sabtu, 28 Maret 2020 - 16:29:58 WIB
Waduh! Dokter di AS Ketakutan Tangani Pasien Corona Ilustrasi

NEW YORK, HARIANHALUAN.COM - Para dokter dan perawat di garis depan krisis pandemi virus corona di Amerika Serikat, menyerukan lebih banyak alat pelindung diri dan peralatan untuk menangani gelombang pasien yang membludak.

Seruan ini disampaikan di tengah melonjaknya jumlah kasus penderita COVID-19 di AS yang kini telah menembus angka 100 ribu kasus, dengan lebih dari 1.600 kematian.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, para dokter di AS menyerukan adanya perhatian khusus akan kebutuhan ventilator yang banyak dibutuhkan oleh para pasien coronavirus yang sakit parah.

Rumah sakit-rumah sakit di New York City, New Orleans, Detroit dan zona-zona merah virus corona lainnya juga telah menyatakan kekhawatiran akan kurangnya obat-obatan, alat medis dan staf terlatih.

"Kami takut," kata Dr. Arabia Mollette dari Brookdale University Hospital and Medical Center di Brooklyn.

"Kami mencoba berjuang demi nyawa semua orang, namun kami juga berjuang untuk nyawa kami, karena kami berada pada risiko tertinggi untuk terpapar," cetusnya seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (28/3/2020).

Di sebuah rumah sakit di Manhattan, seorang manajer perawat, Kious Kelly, meninggal usai terinfeksi virus corona.

Kematian perawat berumur 48 tahun tersebut makin memicu ketakutan para pekerja medis yang telah menghadapi kekurangan parah peralatan yang sangat dibutuhkan, termasuk baju pelindung plastik dan masker bedah.

Diana Torres yang merupakan rekan kerja Kelly, mengatakan bahwa staf rumah sakit "bersedih" karena Kelly telah "membayar harga termahal."

Torres mengatakan bahwa rumah sakit tempatnya bekerja mengalami kekurangan alat pelindung diri. Baju pelindungnya pun harus dipakai ulang.

"Saya tak punya apapun untuk melindungi kepala saya, tak ada untuk sepatu saya," ujarnya. "Ada rasa putus asa. Semua orang ketakutan," imbuhnya.

Negeri bagian New York sejauh ini telah mencatat lebih dari 44.600 kasus positif corona, dengan hampir 6.500 orang dirawat di rumah sakit saat ini.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 07:15:27 WIB

    Waduh! Tukang Cukur Tularkan Corona ke Pelanggan

    Waduh! Tukang Cukur Tularkan Corona ke Pelanggan HARIANHALUAN.COM - Seorang tukang cukur rambut di Missouri, Amerika Serikat (AS), membuka kembali usaha salon miliknya di tengah pandemi. Ia tidak menyadari jika dirinya telah terinfeksi virus Corona. Akibatnya, penata rambut.
  • Senin, 25 Mei 2020 - 15:30:18 WIB

    Waduh! AS-Cina di Ambang Perang Dingin Baru?

    Waduh! AS-Cina di Ambang Perang Dingin Baru? HARIANHALUAN.COM - Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi mengatakan pada Minggu (24/5) bahwa hubungan antara Cina dan Amerika Serikat (AS) berisiko memburuk hingga ke titik "Perang Dingin baru" bisa saja menjadi kenyataan..
  • Ahad, 24 Mei 2020 - 16:48:17 WIB

    Waduh! Harusnya Bermaafan, Amerika Serikat dan China malah Makin Tegang

    Waduh! Harusnya Bermaafan, Amerika Serikat dan China malah Makin Tegang HARIANHALUAN.COM -- Idul Fitri biasanya adalah momen saling bermaafan atas segala khilaf. Namun buat Amerika Serikat (AS) dan China, yang ada malah tensi ketegangan yang semakin meninggi. Sejak Donald Trump terpilih sebagai p.
  • Selasa, 19 Mei 2020 - 18:46:38 WIB

    Waduh! Trump Mau Gulingkan AS dari Keanggotaan WHO    

    Waduh! Trump Mau Gulingkan AS dari Keanggotaan WHO     HARIANHALUAN.COM -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Trump mengancam akan secara permanen menghentikan pendanaan AS untuk organisasi kesehatan PBB itu jika WHO t.
  • Ahad, 17 Mei 2020 - 14:20:37 WIB

    Waduh! Gadis di India Dikeroyok Warga Usai Disoraki 'Corona'

    Waduh! Gadis di India Dikeroyok Warga Usai Disoraki 'Corona' HARIANHALUAN.COM - Seorang gadis berusia 20 tahun dikeroyok oleh warga di Gurugram, India usai dipanggil 'Corona'. Masalah berbau rasisme menjadi sorotan di media sosial..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]