Korsel Prioritaskan Ekspor Alat Tes Virus Corona untuk Indonesia, Ini Alasannya


Sabtu, 28 Maret 2020 - 17:58:59 WIB
Korsel Prioritaskan Ekspor Alat Tes Virus Corona untuk Indonesia, Ini Alasannya Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Korea Selatan (Korsel) menjadikan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UEA) dan Indonesia sebagai tiga negara prioritas tujuan ekspor produk medis terkait Corona, seperti alat tes virus Corona (COVID-19). Seorang pejabat di Negeri Ginseng tersebut mengatakan saat ini hampir 120 negara berupaya mendapatkan produk tersebut dari Korsel.

Dilansir media online setempat, Yonhap News Agency pada Jumat (27/3/2020), pejabat Kementerian Luar Negeri Korsel membuat pernyataan itu sehari setelah pemerintah mengadakan pertemuan. Disebutkan pertemuan itu dihadiri tim antarlembaga yang dibentuk untuk membahas keseimbangan antara permintaan domestik dan ekspor soal produk medis terkait Corona itu, atau penyediaan barang-barang medis yang bersifat kemanusiaan atau ekspor.

Pejabat itu mengatakan sebanyak 117 negara sedang berupaya mengimpor alat tes COVID-19 dan barang-barang lainnya. Ada juga yang membuka penerimaan barang-barang tersebut sebagai bantuan kemanusiaan, baik melalui saluran pemerintah atau rute sektor swasta.

"Negara yang kami tempatkan sebagai paling prioritas adalah AS, karena telah ada lonjakan infeksi baru di sana, dan Presiden Donald Trump juga telah membuat permintaan kepada kami sendiri. Sementara AS belum melarang masuknya warga kami dan mencapai kesepakatan pertukaran mata uang dengan Korea Selatan," ungkap pejabat tersebut.

Terkait alasan memprioritaskan UEA, pejabat tersebut menjelaskan untuk mempertahankan kerja sama di berbagai sektor. Sementara alasan menjadikan Indonesia prioritas adalah karena mitra kunci Korsel untuk New Southern Policy (NSP), yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan dengan 10 anggota Asosiasi Negara Asia Tenggara.

Berdasarkan perdebatan yang sedang berlangsung tentang potensi pengiriman keluar produk karantina dengan kebutuhan dalam negeri Kosel sendiri, pejabat itu menegaskan kembali prinsip utama pemerintah Korsel adalah keputusan apa pun tentang ekspor dapat dilakukan hanya bila ada jaminan ekspor tidak akan menyebabkan kekurangan dalam negeri.

"Kami membentuk tim, berpikir bahwa dukungan itu harus berjalan ke arah mempromosikan tidak hanya kepentingan diplomatik, tetapi juga kepentingan ekonomi praktis, dan memaksimalkan kekuatan lunak kami sebagai negara maju dalam hal keahlian karantina," katanya.

Dari 117 negara yang mencari produk karantina dari Korea Selatan, 31 negara yang ingin mengimpor produk terkait virus Corona telah menghubungi pemerintah Seoul. 30 negara telah meminta produk tersebut sebagai bantuan kemanusiaan.

Pejabat itu mengatakan 20 negara telah berharap dapat mengimpor produk-produk tersebut, sekaligus menerimanya sebagai bantuan kemanusiaan. 36 negara lainnya telah mencari barang-barang tersebut melalui kerja sama sektor sipil.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]