WHO Uji Coba Obat Virus Corona Terbaru di Malaysia


Ahad, 29 Maret 2020 - 08:26:03 WIB
WHO Uji Coba Obat Virus Corona Terbaru di Malaysia Turis berjalan di sepanjang toko-toko yang tutup selama hari pertama penutupan sebagian di Malaysia

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memilih Malaysia sebagai negara yang akan diuji coba untuk obat Virus Corona atau Covid-19.

Otoritas Dewan Keamanan Nasional (NSC) mengatakan obat tersebut adalah Remdesevir.

Melansir Straits Times, uji coba ini dilakukan untuk mengetes efektifitas obat untuk mengobati pasien Covid-19.

NSC mengatakan Malaysia dipilih karena kemampuan Kementerian Kesehatan untuk melakukan penelitian.

Dijen Kesehatan Noor Hisham Abdullah menjelaskan, Kementerian Kesehatan akan merawat pasien corona dan memberinya Remdesevir.

Selanjutnya pasien itu akan terus dipantau perkembangannya, meliputi efektifitas sampai efek sampingnya.

Pada Jumat (27/3/2020) lalu, WHO mengumumkan uji coba global besar yang disebut 'Solidaritas'.

Ini dilakukan WHO untuk menemukan obat yang efektif untuk menyembuhkan virus corona atau Covid-19.

"Ini adalah upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya, dorongan habis-habisan, terkoordinasi untuk mengumpulkan data ilmiah yang kuat dengan cepat selama pandemi."

Studi ini, yang dapat mencakup ribuan pasien di puluhan negara, dirancang sesederhana mungkin.

"Sehingga rumah sakit yang kewalahan oleh serangan Covid-19 bisa berpartisipasi," jelas Noor Hisham.

Pada akun Facebooknya, Noor Hisham menjelaskan empat bentuk pengobatan virus corona atau Covid-19 yang menjadi fokus WHO.

"Senyawa antivirus eksperimental yang disebut remdesivi, obat malaria chloroquine dan hydroxychloroquine, kombinasi dua obat HIV lopinavir dan ritonavir."

"Dan kombinasi yang sama ditambah interferon-beta, suatu penyampai sistem kekebalan yang bisa membantu melumpuhkan virus," jelas Noor Hisham.

Menurut catatan Worldometers pada Minggu (29/3/2020), Malaysia telah mengantongi kasus Covid-19 sebanyak 2.320.

Sebelumnya ada tambahan kasus sebesar 159.

Sementara itu, angka kematian di negeri jiran ini mencapai 65 dengan pasien sembuh masih satu orang.

Malaysia Lockdown Dua Desa dengan Kasus Corona Terbanyak

Pemerintah Malaysia akan mengisolasi terpisah dan membatasi secara ketat lebih dari 3.500 warga di Kluang, Johor mulai Kamis (26/3/2020).

Ini dilakukan pemerintah menyusul adanya dua desa di sana yang memiliki angka infeksi Covid-19 sangat tinggi.

Dilansir Straits Times, penduduk terdampak itu berasal dari Kampung Dato Ibrahim Majid dan Bandar Baharu Dato Ibrahim Majid.

Kini mereka tidak diizinkan untuk keluar dari wilayah isolasi sampai 9 April mendatang.

Sama halnya dengan pihak luar desa tersebut tidak boleh memasuki area karantina.

Sehingga mau tidak mau pemerintah harus melakukan lockdown pada dua desa ini.

Kontrol aktivitas ditingkatkan dengan menutup semua pertokoan di daerah tersebut.

Sehingga kini aktivitas penduduk setempat hanya terbatas pada lingkup rumah saja.

Departemen Kesejahteraan Negara akan menyediakan makanan bagi penduduk selama dua pekan atau 14 hari.

Penguncian atau pembatasan aktivitas ini lebih ketat daripada lockdown nasional Malaysia.

Dimana penguncian nasional ini masih memberi kebebasan masyarakat untuk keluar rumah dengan kepentingan tertentu.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah Malaysia pada Rabu (25/3/2020) lalu memperpanjang masa lockdown sampai 14 April. (*)


 

 Sumber : Tribunnews /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 23:15:44 WIB

    Peringatan WHO, Gelombang Pertama Corona Belum Berakhir!

    Peringatan WHO, Gelombang Pertama Corona Belum Berakhir! HARIANHALUAN.COM - Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa dunia saat ini masih terpukul akibat penularan virus corona. Direktur Eksekutif WHO, Dr. Mike Ryan sebagai pakar kesehatan menuturkan hal tersebut dilihat da.
  • Sabtu, 23 Mei 2020 - 19:06:19 WIB

    WHO Sebut Amerika Latin Episentrum Baru Virus Covid-19, Why?

    WHO Sebut Amerika Latin Episentrum Baru Virus Covid-19, Why? HARIANHALUAN.COM -- Badan Kesehatan Dunia ( WHO) menyatakan Amerika Latin sebagai episentrum baru virus corona, di tengah usaha Presiden AS Donald Trump membuka lagi negaranya..
  • Kamis, 21 Mei 2020 - 08:38:54 WIB

    WHO Warning Pemimpin Dunia: Jalan Kita Masih Panjang Hadapi Covid-19

    WHO Warning Pemimpin Dunia: Jalan Kita Masih Panjang Hadapi Covid-19 HARIANHALUAN.COM -- Kasus corona (COVID-19) secara global kini sudah melampaui 5 juta orang pada Rabu (20/5/2020). Amerika Latin, kini menjadi episentrum baru setelah Amerika Serikat dan Eropa, dengan porsi kasus harian terbe.
  • Selasa, 19 Mei 2020 - 18:46:38 WIB

    Waduh! Trump Mau Gulingkan AS dari Keanggotaan WHO    

    Waduh! Trump Mau Gulingkan AS dari Keanggotaan WHO     HARIANHALUAN.COM -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Trump mengancam akan secara permanen menghentikan pendanaan AS untuk organisasi kesehatan PBB itu jika WHO t.
  • Senin, 18 Mei 2020 - 17:35:51 WIB

    WHO: Waspada Sindrom Baru Corona Intai Anak-anak

    WHO: Waspada Sindrom Baru Corona Intai Anak-anak HARIANHALUAN.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sedang menyelidiki sindrom peradangan baru dan langka yang mengjangkiti ratusan anak-anak belakangan ini, diduga disebabkan oleh virus covid-19. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]