Imbauan Social Distancing, Polisi di Pasaman Bubarkan Acara Baralek


Ahad, 29 Maret 2020 - 13:53:35 WIB
Imbauan Social Distancing, Polisi di Pasaman Bubarkan Acara Baralek Acara baralek di Pasaman dibubarkan oleh polisi.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Cegah penyebarluasan Virus corona (Covid-19) di tengah masyarakat, Kepolisian Sektor (Polsek) Bonjol, Kabupaten Pasaman membubarkan sejumlah pesta pernikahan warga. Kapolsek Bonjol, Iptu Yeeni Brando mengatakan, hal ini demi mematuhi aturan pembatasan jarak fisik atau physical distancing dan menindaklanjuti maklumat Kapolri Jendral Idham Aziz. 

"Selain itu, upaya ini untuk menghindari pengantin dan para tamu undangan dari ancaman penyebaran covid-19 karena di pesta terjadi perkumpulan banyak orang," tukasnya kepada wartawan, Minggu (29/3/2020). 

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 169, Sembuh 162, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Penghentian acara pesta itu, kata dia, dilakukan pihaknya bersama jajaran Bhabinsa. Pihaknya, katanya, membubarkan tiga lokasi pernikahan di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati. "Kegiatan yang sudah berizin saja akan kita batalkan atau cabut kembali izinnya, apalagi kegiatan pernikahan tersebut tanpa izin," ujar mantan Kanit Turjawali Satlantas Polres Pasaman ini. 

Dia menjelaskan, tindakan polisi membubarkan pesta tersebut merupakan realisasi atas maklumat Kapolri yang salah satu isinya melarang masyarakat untuk berkerumunan. "Pembubaran itu adalah salah satu upaya antisipasi penyebaran Covid 19, Kami bukan tidak suka dengan pesta itu. Hanya saja ini sudah memang aturan yang harus kami jalankan. Apalagi itu acaranya tidak memiliki izin keramaian," ungkapnya.

Baca Juga : Safari Ramadan, Gubernur: Yang Menguatkan Iman dan Adab adalah Alquran

Kapolres Pasaman AKBP Hendri Yahya menyebutkan, kegiatan apapun yang mengundang banyak orang saat ini belum bisa dilaksanakan. Cara tersebut merupakan langkah antisipatif Polri dalam pencegahan dan penyebaran Covid-19. "Termasuk acara pesta pernikahan, acara sosial, acara-acara keagamaan, pameran, pasar malam dan lain sebagainya. Sebab, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Itulah alasan Polri mengeluarkan maklumat," katanya. 

Tugas untuk mengantisipasi penyebaran virus korona, kata AKBP Hendri Yahya merupakan tanggung jawab semua orang, termasuk pihaknya sebagai aparat penegak hukum. "Mereka tidak memiliki izin, tetapi mereka tetap melaksanakan pesta tersebut. Siapa sangka bisa terjadi penularan di situ. Bisa saja ketika mereka balik ke rumah, jadi keluarganya yang yang terkena virus corona," tuturnya.

Baca Juga : Bantu Korban Bencana di Sulbar, Pemprov Sumbar Kembali Gelontorkan Dana Rp241 Juta

Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat untuk menaati aturan terkait dengan pencegahan virus corona. Kapolres berharap masyarakat dapat bekerjasama dengan pemerintah dan pihak kepolisian untuk mencegah penularan virus corona. "Saya berharap masyarakat yang berada diwilayah hukum Polres Pasaman mengikuti aturan yang berlaku. Virus corona tidak bisa dianggap sepele. Virus ini berbahaya. Semua langkah pencegahan harus kita lakukan, termasuk jangan membuat kegiatan yang bisa menghadirkan banyak orang," pungkas AKBP Hendri Yahya.

Meski telah diimbau oleh pihak kepolisian untuk tidak menggelar acara yang menimbulkan kerumunan banyak orang, namun masih ada saja sejumlah warga yang tetap membandel. Khususnya, bagi masyarakat Pasaman bagian Utara. (*)

Baca Juga : Gubernur Minta Sumbar Jangan Lagi Masuk Zona Merah Covid-19

Reporter : Yudhi Lubis | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]