Warga Painan Selatan Setuju Rusunawa Dijadikan Tempat Isolasi ODP


Ahad, 29 Maret 2020 - 14:23:28 WIB
Warga Painan Selatan Setuju Rusunawa Dijadikan Tempat Isolasi ODP Bupati Hendrajoni bersama dinas terkait lainnya saat melakukan mediasi dengan masyarakat Painan Selatan terkait dijadikannya Rusunawa sebagai lokasi isolasi ODP.

PAINAN, HARIANHALUAN.COM -- Masyarakat Kampung Muaro, Nagari Painan Selatan, Kabupaten Pesisir Selatan, akhirnya setuju rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) dijadikan sebagai tempat isolasi warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 atau virus corona.

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Pessel, Rinaldi, menyampaikan dari hasil pertemuan tersebut, warga meminta lokasi isolasi harus di pagar dengan seng, sehingga tidak ada geliat keluar masuk dengan mudah. Selain itu, warga juga meminta masker dan penyemprotan disinfektan.

"Ya, itu kesepakatan antara pemerintah daerah dengan warga di sekitar Rusunawa saat pertemuan tadi," katanya pada wartawan di Painan, Minggu, (29/3/2020).

Sebelumnya, warga menolak Rusunawa di Kampung Muaro, Nagari Painan Selatan dijadikan sebagai tempat isolasi. Penolakkan tersebut diwarnai dengan aksi demonstrasi dari ratusan warga setempat. Sejumlah warga khawatir bakal terinfeksi pandemi virus corona. Pasalnya, lokasi Rusunawa berada di area padat penduduk. 

Bahkan, terdapat satu unit Taman Kanak-Kanak. Selain itu, sebelum rencana dijadikan ruang isolasi, menurut warga tidak ada pemberitahuan dan sosilisasi dari pemerintah daerah. Sementara, virus corona sudah menjadi pandemik. Untuk proses isolasi, kata Rinaldi, bakal dimulai pada Senin 30 Maret 2020. 

Total warga berstatus ODP yang diisolasi di Rusunawa tercatat sebanyak 61 orang, namun bukan yang berstatus pasien dalam pemantauan (PDP). Semuanya merupakan ASN yang pernah kontak langsung dengan seorang pasien positif virus corona. Namun, pemerintah tetap memberikan pilihan bagi mereka berstatus ODP. 

"Apakah nanti mengikuti isolasi di Rusunawa atau memilih isolasi mandiri di rumah. Tapi, tergantung dari kondisi mereka melalui pemeriksaan medis nantinya," tuturnya.

Diketahui, Rusunawa memiliki kapasitas 42 ruangan, dengan 84 kamar. Secara teknis, lokasi isolasi bakal mendapat pengawalan secara ketat dari Satuan Polisi Pamong Praja dan aparat kepolisian setempat. Dengan demikian, arus keluar masuk menjadi lebih terjaga. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan tenaga medis khusus yang bakal ditugaskan melakukan perawatan terhadap ODP. 

Sedangkan untuk limbah medis dan sisa makanan ODP, Dinas Lingkungan Hidup mengatakan telah menyiapkan insenerator. Kendati demikian, masih perlu izin dari pihak kontraktor. "Jadi, limbahnya diolah langsung melalui insenerator. Tadi saat rapat internal bersama Gugus Tugas Percepatan sudah disampaikan langsung pada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jumsu Trisno," katanya. (*)

Reporter : Okis /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]