Mentawai Tutup Akses Keluar Masuk Orang Melalui Jalur Laut


Ahad, 29 Maret 2020 - 15:06:12 WIB
Mentawai Tutup Akses Keluar Masuk Orang Melalui Jalur Laut Rapat terbatas Gugus Depan Covid-19 Mentawai.

MENTAWAI, HARIANHALUAN.COM -- Upaya meminimalisir dampak terjadinya penyebaran virus corona di Kepulauan Mentawai, Pemerintah setempat mengambil kebijakan dalam 14 hari kedepan akan menutup akses laut bagi penumpang jalur laut Padang-Mentawai, salah satunya tidak mengizinkan kapal MV Mentawai Fast selama 14 hari tersebut. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake kepada wartawan usai rapat koordinasi (rakor) tim gugus tugas kesiapsiagaan dan pencegahan penyebaran virus corona Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Minggu (29/3/2020) di Aula Kantor Sekretariat Daerah Mentawai.

Sementara itu, untuk menutupi kebutuhan logistik masyarakat Mentawai, kapal milik ASDP seperti kapal KM Gambolo dan KM Ambu-ambu serta Kapal Sabuk Nusantara tetap berlayar seperti biasanya, namun tidak diizinkan membawa penumpang hanya boleh mengangkut barang logistik seperti sembako dan lain sebagainya.

"Kita Pemda akan memberlakukan hal ini, jika ada yang nekat naik kapal ke Mentawai akan ditindak tegas oleh aparat TNI dan Polri, kemudian untuk kebutuhan beras, kita akan datangkan 100 ton beras dari gudang Bulog Provinsi Sumatera Barat, ini akan membantu meringankan kebutuhan masyarakat," ungkap Korta.

Disamping itu, untuk persiapan penanganan kasus corona di Kepulauan Mentawai, Pemkab Mentawai akan menambah ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah yang mana semula hanya disiapkan tiga ruangan sekarang menjadi 8 ruangan. 

Berdasarkan data yang diperoleh dari Juru Bicara (Jubir) tim gugus tugas kesiapsiagaan dan pencegahan penyebaran virus corona di Kepulauan Mentawai Lahmuddin Siregar total pelaku perjalanan dari daerah terjangkit sebanyak 307 orang, kontak erat resiko rendah dan tinggi masih 0, Orang Dalam Pantauan (ODP) 12 orang dan Pasien Dalam pengawasan (PDP) masih 0.

"Masing-masing Puskesmas seperti Sikakap, Sioban, Muara Sikabaluan dan Muara Siberut sudah menyiapkan ruangan isolasi, namun untuk APD belum tersedia. Data sebelumnya ada 15 ODP, tetapi sekarang tinggal 12 orang, yang 3 lagi akan periksa kembali memastikan kondisi kesehatannya," tutup Lahmuddin. (*)

Reporter : Redi /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]