Wabah Corona, Begini Ternyata Mekanisme Penundaan Cicilan Kredit


Ahad, 29 Maret 2020 - 17:28:22 WIB
Wabah Corona, Begini Ternyata Mekanisme Penundaan Cicilan Kredit ilustrasi kredit

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan mekanisme relaksasi kredit atau pembiayaan dilakukan dengan enam cara. Hal ini mengacu pada POJK mengenai penilaian kualitas aset. OJK menjelaskan penentuan mekanisme relaksasi kredit diserahkan sepenuhnya kepada pihak perbankan dan sangat tergantung pada hasil identifikasi bank atas kinerja keuangan debitur. 

Selain itu, penentuan mekanisme tersebut juga bergantung pada penilaian yang dilakukan oleh perbankan atas prospek usaha dan kapasitas membayar debitur yang terdampak virus corona atau Covid-19. "Kualitas kredit/pembiayaan yang direstrukturisasi dapat ditetapkan lancar apabila diberikan kepada debitur yang teridentifikasi terkena dampak penyebaran Covid-19," kata OJK dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (29/3/2020).

Baca Juga : Kinerja Perekonomian Maret 2021 Terus Melanjutkan Tren Positif

Keenam mekanisme relaksasi kredit tersebut yakni

  1. penurunan suku bunga;
  2. perpanjangan jangka waktu;
  3. pengurangan tunggakan pokok;
  4. pengurangan tunggakan bunga;
  5. penambahan fasilitas kredit/pembiayaan; dan/atau
  6. konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara.

OJK menambahkan, jangka waktu relaksasi kredit ini sangat bervariasi tergantung pada asesmen bank terhadap debiturnya. "Dengan jangka waktu maksimal satu tahun," sebutnya.

Baca Juga : Harga Bawang Putih dan Merah Naik di Pasar Raya Padang, Cabai Turun

Selain itu, OJK menekankan kepada seluruh bank agar dalam pemberian kebijakan relaksasi kredit ini dilakukan secara bertanggungjawab dan agar tidak terjadi moral hazard. Bentuk moral hazard dan pemberian relaksasi kredit yang tidak bertanggungjawab antara lain memberikan stimulus kepada nasabah yang sebelum terjadi wabah covid-19 sudah bermasalah.

"Jangan sampai ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab (freerider/aji mumpung)," lanjut OJK seperti dilansir Warta Ekonomi (Haluan Media Group). (*)

Baca Juga : REC, Menjaga Bumi Sekaligus Berbagi dengan Sesama

Editor : Agoes Embun | Sumber : Haluan Media Group
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]