Dampak Wabah Corona, Pasar Aur Kuning Sepi Pembeli


Ahad, 29 Maret 2020 - 19:06:29 WIB
Dampak Wabah Corona, Pasar Aur Kuning Sepi Pembeli Terlihat Pasar Aur Kuning sepi pembeli, Minggu (29/3). IST.

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Pedagang di Pasar Aur Kuning mulai resah, pasalnya sejak  wabah Covid 19 (virus Corona) merebak di Bukittinggi, omset pedagang di Pasar Aur Kuning sepi pembeli, jangankan untuk membayar cicilan hutang, untuk membayar gaji pegawai saja tidak cukup.

Pasar Aur Kuning dikenal sebagai Tanah Abang ke II itu, biasanya ramai dikunjungi oleh para pembeli dan pedagang dari luar Kota Bukittinggi pada hari Rabu dan Sabtu. Tapi sejak beberapa hari lalu, Bukittinggi dihebohkan dengan pemberitaan pasien positif Covid 19, akibatnya omset pedagang terjun bebas.

"Ya, pasar Aur Kuning kini sepi pembeli. Hari Sabtu kemarin tidak ada pembeli, kedai saya tutup jam 10 pagi karena tidak ada pembeli," kata Yak, salah seorang pedagang pakaian muslim di Pasar Aur Kuning kepada Haluan, Minggu (29/3).

Ia menjelaskan, biasanya sebelum memasuki bulan puasa, para pedagang dari luar Kota Bukittinggi sudah ramai datang untuk membeli barang dagangan sebagai stok menyambut Lebaran. Tapi sekarang, jangankan untuk membayar cicilan hutang, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga saja sangat susah.

Selain pembeli sepi, permasalahan lain yang dihadapi adalah pembayaran piutang dari pelanggan luar kota yang tidak lancar, karena omset mereka juga turun drastis. Pelanggan meminta pembayaran piutang ditunda karena kendala cash flow.

Hal yang sama juga disampaikan salah seorang pedagang pakaian di Pasar Aur Kuning, sejak dua orang warga Bukittinggi positif Corona dan diberitakan secara luas melalui media masa dan media sosial (medsos) akibatnya, para pedagang luar kota jadi takut datang ke Bukittinggi. 

"Sabtu kemarin, hanya 2 orang pembeli yang datang ke toko saya, sepi sekarang ini, jam 12 toko di Pasar Aur Kuning sudah mulai tutup," ungkapnya.

Menanggapi keresahan para pedagang terhadap pembayaran cicilan hutang, Kepala Cabang Bank Nagari Bukittinggi Zilfa Efrizon mengatakan, terkait permasalahan yang dihadapi pengusaha akibat dampak virus Corona itu, sebenarnya telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Arahan dari OJK dapat dilakukan restrukturisasi, namun perlu kajian yang mendalam lagi, karena tidak semua sektor yang berdampak terkait wabah corona ini. Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada nasabah Bank Nagari yang meminta restrukturisasi itu. Berdoa saja mudah-mudahan kita diberi kemudahan oleh Allah. SWT," ungkap Zilfa. (*)

Reporter : Yursil /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]