Kurangi Limbah, DLH Sumbar Minta Daerah Sediakan Box Masker Bekas


Senin, 30 Maret 2020 - 06:31:45 WIB
Kurangi Limbah, DLH Sumbar Minta Daerah Sediakan Box Masker Bekas Pabrik masker. Foto: merdeka.com

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Meski di tengah penyebaran virus Corona atau Covid-19 namun pengelolaan limbah dari penanganan virus tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Adapun sumber limbah itu, yakni limbah infeksius yang berasal Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).

Serta, limbah infeksius dari ODP yang berasal dari rumah tangga, dan sampah rumah tangga atau sejenis rumah tangga seperti yang sekarang banyak dipakai masyarakat umum yaitu masker.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Siti Aisyah menyampaikan, Kementerian LHK telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Nomor Surat Edaran 2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 yang memberikan pedoman bagaimana pengelolaa limbah infeksius dan sampah yg dihasilkan dr penanganan covid 19 di daerah.

“Dalam kondisi normal limbah medis di Sumatera Barat dibawa ke pulau Jawa untuk dimusnahkan ke perusahaan jasa pengolah limbah limbah medis, mengingat tidak adanya fasilitas incenerator yg memiliki izin di Sumatera Barat," kata Siti, kemarin.

Namun dalam kondisi covid-19 ini, tegas Siti, penanganan limbah tersebut mesti cepat dan diperkirakan timbulan limbah ini cukup banyak ke depannya maka dengan memperhatikan karakteris limbah yg bisa dibakar pada suhu 800°C.

"Gubernur dan Bupati/Walikota diperkenankan menggunakan fasilitas incenerator/tungku bakar atau autoclave khusus yang di daerahnya untuk pemusnahan limbah infeksius ini," ujar Siti.

Oleh karena itu, kata Siti, melalui surat 369/377/BPBD-2020 Gubernur telah menyurati Bupati/Walikota untuk segera menunjuk dan menetapkan Fasyankes atau perusahaan yang mempunyai peralatan tersebut untuk melakukan pemusnahan limbah medis baik yang berasal dari Fasyankes itu sendiri.

"Maupun yang dari ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang berasal dari rumah tangga (Isolasi Mandiri) berupa masker, sarung tangan dan baju pelindung diri," ulas Siti.

Terkait mekanisme pengumpulan limbah ini, sambung Siti, pengangkutan dan pemusnahannya diserahkan kepada kabupaten/kota yang bersangkutan. Disamping itu untuk masyarakat yang sehat yang banyak menggunakan masker, maka dihimbau untuk menggunakan masker guna pakai yang bisa cuci ulang.

Bagi masyarakat yang menggunakan masker sekali pakai, Siti meminta, merobeknya untuk menghindari penyalahgunaan. Sedangkan, Bupati/Walikota diminta untuk menyediakan tempat sampah khusus/drop box masker bekas di tempat-tempat umum sehingga masyarakat tidak membuang secara sembarang.

"Dalam pelaksanaanya dapat bekerjasama dengan perusahaan pengelola ruang publik seperti pengelola bandara, pelabuhan, supermarket atau lainnya. Dengan demikian maka kita berharap tidak terjadi di daerah kita kasus penyalahgunaan masker bekas dan limbah medis dari penangan COVID 19 ini dapat dikelola secara baik," tukasnya. (*)

Reporter : Milna /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]