Jokowi: 14 Ribu Orang Tinggalkan Jakarta Sepekan Terakhir


Senin, 30 Maret 2020 - 13:26:26 WIB
Jokowi: 14 Ribu Orang Tinggalkan Jakarta Sepekan Terakhir Presiden Jokowi menerima laporan dalam delapan hari terakhir ada 876 bus antarprovinsi mengangkut 14 ribu penumpang ke daerah terutama di Pulau Jawa.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Presiden Joko Widodo menyatakan telah terjadi percepatan arus mudik sejak DKI Jakarta menetapkan tanggap darurat virus corona (covid-19). Pemerintah provinsi Jakarta diketahui telah menetapkan tanggap darurat covid-19 awal Maret lalu dan diperpanjang hingga 19 April mendatang.

Akibatnya, jumlah warga yang mudik ke kampung halaman pun melonjak.

Baca Juga : Kasus Covid-19 di Indonesia Merangkak Naik: Tambah 6.177 Positif Baru, DKI Jakarta Terbanyak

"Laporan yang saya terima dari gubernur Jawa Tengah, gubernur DIY, pergerakan arus mudik sudah terjadi lebih awal dari biasanya. Dan sejak penetapan tanggap darurat di DKI Jakarta, telah terjadi percepatan arus mudik," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Antisipasi Mudik Lebaran melalui siarang langsung akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/3).

Jokowi menuturkan, kebanyakan warga yang mudik itu merupakan pekerja informal dari wilayah Jabodetabek. Mereka umumnya pulang ke kampung halaman di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Baca Juga : Jadi Bandar Sabu, Eks Anggota DPRD Palembang Divonis Mati!

Selama delapan hari terakhir, lanjut Jokowi, tercatat 876 armada bus antarprovinsi telah membawa sekitar 14 ribu penumpang ke sejumlah wilayah tersebut.

"Ini belum (termasuk) dihitung arus mudik dini yang menggunakan transportasi massal lainnya, misalnya kereta api maupun kapal dan angkutan udara, serta menggunakan mobil pribadi," katanya.

Baca Juga : Kabar Baik Untuk Jemaah Umrah Indonesia, Satgas Prediksi Vaksin Sinovac 'Tersertifikasi' WHO Akhir Mei

Jokowi khawatir banyaknya warga yang mudik ke kampung halaman akan berisiko memperluas penyebaran covid-19. Berkaca dari kegiatan mudik 2019, jumlah warga yang pulang ke kampung halaman mencapai 19,5 juta orang.

"Adanya mobilitas orang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebaran covid-19," ucap Jokowi.

Baca Juga : Penggabungan Kemenristek ke Kemendikbud Jangan Mengganggu Program Vaksin Merah Putih

Untuk itu, mantan wali kota Solo ini menekankan pentingnya langkah tegas melarang warga yang ingin mudik ke kampung halaman. Ia mengingatkan agar mobilitas orang dari satu daerah ke daerah lainnya dibatasi.

"Fokus kita mencegah meluasnya covid-19 dengan mengurangi atau membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain," katanya. (*)

Editor : Heldi | Sumber : CNN Indonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]