LIPI: Kucing dan Anjing Bisa Tertular Covid-19 dari Manusia


Senin, 30 Maret 2020 - 14:24:35 WIB
LIPI: Kucing dan Anjing Bisa Tertular Covid-19 dari Manusia Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan hewan bisa tertular virus corona SARS-CoV-2 dari manusia yang terkena penyakit Covid-19.

Hal ini diungkap peneliti LIPI Sugiyono Saputra atas kasus penularan Covid-19 terhadap kucing di Belgia dan anjing di Hong Kong. Ia mengatakan mekanisme penularan itu dinamakan zooanthroponosis.
 
"Memang benar dari informasi yang saya dapat (hewan tertular Covid-19). Ini dinamakan zooanthroponosis, yakni penyakit infeksi yang dapat ditransmisikan dari manusia ke hewan," ujar Sugiyono kepada CNNIndonesia.com, Senin (30/3).
 
Sugiyono menuturkan Covid-19 bisa menular dari manusia ke hewan karena ada kecocokan Covid-19 dengan reseptor ACE2 (Angiotensin converting enzyme 2) pada hewan tersebut. ACE2 adalah enzim yang terdapat di luar permukaan sel yang ada di paru-paru, arteri, hati, ginjal dan usus.

Baca Juga : Jangan Lengah Hadapi Pandemi, Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

Fenomena penularan kepada hewan ini menurutnya menjadi indikasi dugaan kalau Covid-19 memiliki jangakuan inang yang lebih luas.

Fakta awal, lanjut Sugiyono dibuktikan dengan ditemukannya kasus seekor anjing di Hongkong dan seekor kucing di Belgia yang terinfeksi Covid-19.
 
"Mereka bisa terinfeksi melalui kontak langsung dengan penderitanya dan sangat mungkin pula melalui benda yang terkontaminasi mengingat kebiasaan mereka yang suka menjilat," ujarnya.
 
Lebih lanjut, Sugiyono membeberkan seekor kucing juga pernah terinfeksi Middle East Respiratory Syndrome (MERS) pada tahun 2003. Hal itu bahkan telah diuji secara laboratorium. Meski terinfeksi, Sugiyono mengatakan kucing tersebut  tidak menunjukkan gejala.
 
"Namun mereka potensial untuk menyebarkan virus tersebut ke hewan lainnya," ujar Sugiyono.
 
Terkait dengan hal itu, Sugiyono mengimbau semua orang untuk tetap waspada selama pandemic Covid-19. Khusus untuk hewan peliharaan, pemilik diminta unutk menjaga kebersihan kandang dan lingkungan rumah secara umum.

Baca Juga : Kata Siapa Diabetes Pasti Gemuk? Kurus juga Bisa Kena

Apabila pemilik terindikasi terinfeksi Covid-19, dia menyarankan tidak melakukan kontak dengan orang lain.
 
"Melainkan juga tidak berkontak dulu dengan hewan peliharaan disekitar kita untuk menghindari kemungkinan transmisi silang," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah Hong Kong memperingatkan warga untuk menghindari berciuman dengan hewan peliharaan. Tetapi warga juga diminta tak panik atau lantas menelantarkan anjing piaraan. Imbauan tersebut muncul setelah seekor anjing peliharaan di Hong Kong dinyatakan terbukti terinfeksi virus corona.

Baca Juga : Pelaksanaan Vaksinasi Lansia Ditinjau Gubernur Kepri dan Walikota Tanjungpinang

Hasil itu didapat usai Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi (AFDC) kota tersebut berulang kali melakukan tes. Pemilik anjing jenis pomeranian tersebut memang terinfeksi Covid-19. Namun sang anjing sendiri tak menunjukkan gejala penyakit tersebut.

AFDC menyatakan para ahli dari universitas, termasuk Badan Kesehatan Dunia (WHO) seperti dikutip AFP, telah sepakat dan dengan suara bulat menyatakan, "ini kemungkinan merupakan kasus penularan dari manusia ke hewan".

Baca Juga : Jangan Abaikan Mulut Kering, Bisa Jadi Gejala Awal Covid-19

Pemerintah setempat juga mewanti pemilik hewan peliharaan di kota itu untuk mempraktikkan perilaku hidup bersih. Termasuk mencuci tangan sebelum dan sesudah menangani atau berada di sekitar hewan peliharaan. (*)

Editor : Heldi | Sumber : CNN Indonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]