Berikan Dampak Positif, SEML Bersiap Memasuki Produksi Tahap Dua


Senin, 30 Maret 2020 - 17:25:03 WIB
Berikan Dampak Positif, SEML Bersiap Memasuki Produksi Tahap Dua Lokasi PLTP Muara Laboh yang dibangun PTSEML

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Keberadaan PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) di Pekonina Solok Selatan (Solsel) telah memberikan dampak positif terhadap daerah itu. Sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan jadi salah satu andalan pasokan energi listrik dalam jaringan listrik Sumatera milik PT. PLN(Persero).

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) tidak menyebabkan perusakan lingkungan. Disemua PLTP yg beroperasi, indikator lingkungan yang baik justru semakin meningkat.

Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda berharap adanya percepatan pembangunan pembangkit listrik tahap kedua dari PLTP Muara Laboh dengan daya 65 megawatt (MW).

"Setelah beroperasinya PLTP Muara Laboh tahap pertama dengan daya 80 MW dan jumlah investasi Rp8 Triliun, maka Kita berharap project tahap dua segera dilaksanakan," kata Zigo.

Harapan itu, imbuh Zigo dikarenakan investasi geothermal PT SEML berdampak terhadap arus perputaran ekonomi (cash flow) di Solsel. "Perputaran ekonomi dari project PLTP itu bahkan melebihi perputran project infrastruktur yang ada di APBD Solsel," katanya.

Menurutnya, untuk project tahap dua tersebut bakal membutuhkan banyak tenaga kerja lokal juga. "Memang harus prioritas tenaga kerja lokal, namun untuk spesifikasi teknis memang harus tenaga professional dan putra/i Solsel harus bisa juga bersaing dalam proses penerimaan itu nantinya," ungkapnya.

Ia juga mengajak investor untuk menanamkan modal di Solsel dan bakal mempermudah proses sesuai aturan. "Selama ini kendala investasi di Solsel itu terkait pasokan listrik. Tapi, sekarang Solsel surplus listrik sekitar 14 MW. Jadi sekarang Solsel sumber listrik sehingga investasi dipastikan aman," sebutnya.

Belum produksi saja PTSEML telah menyalurkan dana CSR terhadap lingkungan dan masyarakat. Baik berupa program perbaikan taraf hidup masyarakat yang berkelanjutan, pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR), rumah ibadah, sekolah dan perbaikan akses jalan. Belum lagi pembuatan pasar tradisonal disekitar lokasi. "Alhamdulilah, sekarang anak saya bisa bekerja sebagai tenaga lepas pada anak perusahaan PTSEML dan rumah saya juga dikontrak pegawai supreme,"kata Asna seorang warga Pekonina, Solsel.

Menurut, Relations Supervisor PTSEML Bujang Joan Dt Panyalai sejak dimulainya pembangunan pada 2008 lalu berbagai kegiatan sosial sudah dilakukan. “Kita telah berbuat banyak membantu fasilitas pemerintah atau juga untuk pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Himpunan Penguasaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumbar berharap investasi industri berkembang di Solsel.

Keinginan itu terkait adanya rencana penambahan kapasitas sebesar 65 MW dari PLTP Muara Laboh, dan telah berproduksinya PLTP tahap awal sebesar 85 MW.

Seperti diketshui bahwa saat ini PTSEML masih dalam tahap diskusi dengan PT PLN(Persero) dan Kementerian ESDM untuk pengembangan PLTP tahap kedua.

"Dengan adanya Energi baru Terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan di Solsel akan bisa menggenjot minat para investor," kata Ketua Bidang SDA Energi Mineral dan Lingkungan HIPMI Sumbar Dede Pasarela.

"Kita berharap dengan adanya penambahan daya itu bisa berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan investasi industri di Solsel," imbuhnya

Selain itu, kata Dede, megaproyek itu juga berpeluang untuk menumbuhkan pengusaha lokal atau pengusaha pemula. "Jadi kami berharap juga adanya kesempatan yang diberikan oleh PTSEML terhadap pengusaha lokal secara professional. Dengan adanya proyek ini juga dapat meningkatkan perputaran keuangan yang melebihi APBD Solsel," ujarnya.

CEO PTSEML, Nisriyanto memperkirakan pengembangan tahap dua membutuhkan investasi US$ 400 juta atau setara Rp 5,4 triliun. Apabila kesepakatan dengan PLN bisa diselesaikan pada tahun ini, maka PTLP Muara Laboh tahap kedua ini dapat berproduksi pada akhir 2024.

"PLTP Muara Laboh kontrak selama 30 tahun ke depan dengan PLN untuk memperkuat daya listrik dijalur Sumatera bagian tengah," ujarnya.

Setelah kegiatan eksplorasi dan eksploitasi selama 7 tahun, pada 16 Desember 2019, PLTP Muara Laboh Tahap Pertama beroperasi secara komersial (commercial on date/COD). PLTP Muara Laboh ini dikelola oleh perusahaan patungan PT Supreme Energy bersama ENGIE (Perancis) dan Sumitomo Corp (Jepang).

"Kami sangat menghargai dukungan yang kuat dan terus menerus dari pemerintah, PLN, dan masyarakat Solok Selatan selama kegiatan eksplorasi dan pengembangan," kata Founder and Chairman PT Supreme Energy Supramu Santosa.

Mengalirnya listrik dari PLTP Muara Laboh juga didukung oleh infrastruktur transmisi sepanjang 100 km dan gardu induk milik PLN berkapasitas 24 MW. Dampak sinergi ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar yang memiliki kebutuhan listrik sebesar 10 MW.

Plt. Bupati Solsel Abdul Rahman mengatakan surplus listrik ini dapat mendorong akselerasi dan investasi ekonomi di Solok Selatan. "Listrik selama ini selalu jadi kendala. Sekarang sudah ada listrik terus menerus mengalir, kami bisa fokus kegiatan ekonomi masyarakat Solok Selatan. Utamanya mendukung di bidang pariwisata," katanya.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno berharap para kepala daerah ikut membantu sosialisasi pemanfaatan panas bumi agar proyek-proyek EBT di daerah lainnya bisa berjalan. "Sumbar memiliki 17 titik lokasi panas bumi dan baru di Solsel yang berhasil. Total baru tiga perusahaan yang tertarik melakukan eksplorasi," katanya.

Kemudian, ada perusahaan asal Turki yakni PT Hitai akan mengembangkan panas bumi di Kabupaten Solok. Kemudian, PT Medco Energy juga akan bereksplorasi di wilayah Pasaman.

Energi panas bumi dinilai sebagai energi ramah lingkungan yang dapat memperkuat pasokan listrik wilayah Sumatera secara stabil. Karena Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) tidak dapat beroperasi optimal di musim kemarau dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang masih terbatas. Maka, pemerintah setempat membuka lebar pintu investasi untuk pengembangan panas bumi.

Untuk diketahui, sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028, Pemerintah menargetkan bauran energi EBT untuk pembangkit meningkat menjadi sebesar 23,2% atau dua kali lipat dari 11,4% pada 2019.

Terpisah, Supramu Santosa selaku Founder and Chairman PT Supreme Energy, menyatakan untuk project PLTP tahap dua pihaknya masih menunggu dan masih melakukan pembicaraan dengan PLN terkait harga. "Project tahap dua ini nantinya masih berada dilahan atau Wilayah Kerja Panas Bumi Supreme Energy Muara Laboh. Sedangkan terkait pola kerja akan tetap memakai tenaga kerja lokal. Bahkan untuk operator teknis di tahap pertama, semuanya orang Sumbar. Kita latih selama dua tahun, mereka lulusan perguruan tinggi terbaik," tuturnya.

Anggota DPRD Sumbar, Mario Syahjohan mengatakan kehadiran PT SEML di Pekonina, dengan investasi besar sejauh ini telah memberikan dampak postif bagi masyarakat Solsel. "Apalagi GOR berstandar internasional yang dibangun SEML. Kami berikan apresiasi setingginya," ulasnya.

Menurut Mario, Pekonina sebagai nagari pemekaran dari Alam Pauh Duo dan berada di perbatasan kecamatan Pauh Duo dengan kecamatan Sangir. Maka, sudah sepatutnya berdiri SMA/sederajat di nagari ini.

Sehingga, imbuhnya selain untuk mempersingkat jarak tempuh pelajar untuk pergi bersekolah juga sebagai upaya mencerdaskan anak bangsa di ujung kecamatan. Dengan potensi sumber daya manusia yang ada. "Biasanya, siswa asal Pekonina pergi sekolah ke SMA sederajat yang ada di Sangir ataupun yang berlokasi di Sungai Pagu, jarak yang cukup jauh," sebutnya.

Polres Solsel memberikan kepastian keamanan dan kenyamanan dalam pelaksanaan pembangunan proyek panas bumi di Pekonina, Solsel. Mulai dari studi pendahuluan pengembangan PLTP di tahun 2008 lalu, hingga peresmian pemakaian arus komersial.

"Yang jelas, kita telah memberikan kepastian keamanan dan kenyamanan untuk terlaksanannya proyek ini hingga berproduksi arus dengan kapasitas 85 megawatt," ujar Kapolres Solsel AKBP Imam Yulisdianto. Menurutnya, semua ini tidak lepas kerjasama SEML, Pemkab, masyarakat dan pihak aparat Polri dan TNI. (h/jef)

Reporter : Jefli /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]