Meningkat, Ada 63 Jiwa Masuk ODP Corona di Pasaman


Senin, 30 Maret 2020 - 18:37:14 WIB
Meningkat, Ada 63 Jiwa Masuk ODP Corona di Pasaman Data Covid-19 Pasaman per Senin (30/3/2020).

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan data kasus notifikasi orang berdasarkan riwayat perjalanan sebelum memasuki daerah itu mencapai 916 jiwa dari data sebelumnya sebanyak 695 jiwa hingga Senin sore (30/3/2020).

"Data tersebut berdasarkan arus keluar masuk penduduk dari daerah yang terpantau mengalami pandemi Covid-19 atau wabah virus corona, sehingga memicu kenaikan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang sebelumnya berjumlah 52 jiwa menjadi 63 jiwa," kata Koordinator Komunikasi Publik Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di daerah itu, William Hutabarat di Lubuksikaping.

Dia mengungkapkan, dari jumlah tersebut sudah dinyatakan selesai ditangani sebanyak tiga kasus ODP dan dua kasus notifikasi. Sejauh ini, pihaknya belum menemukan adanya kasus positif terjangkit virus corona. Menurutnya, berdasarkan data yang berhasil dihimpun, pihaknya menunjukkan kasus notifikasi terbesar terjadi di Lubuksikaping sebagai ibu kota kabupaten, disusul Kecamatan Simpati dan Tigo Nagari.

"Kondisi tersebut dipicu mulai berdatangannnya para perantau yang memilih kembali ke kampung halamannya dan ini menjadi perhatian serius satuan gugus tugas dalam mencegah terjadinya kasus positif corona karena adanya potensi virus terbawa masuk dari luar," jelasnya.

Untuk menekan potensi tersebut, lanjutnya, dia beserta jajaran dan pihak terkait lainnya terus melakukan pemantauan dan imbauan agar setiap individu perantau yang memasuki wilayah Pasaman untuk segera melaporkan diri dan memeriksakan kondisi kesehatannya.

"Cegah tangkal corona harus dilakukan dengan kesadaran tinggi dan bersama-sama, kami berharap seluruh lapisan masyarakat bisa menjalankan standar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan dan tetap menghindari berkumpul dalam jumlah orang yang banyak," pintanya.

Dia juga meminta kepada seluruh warga perantau agar tetap melakukan isolasi diri secara mandiri dan terbuka kepada petugas terkait riwayat perjalanan serta keluhan penyakit yang pernah dideritanya. Hal tersebut, lanjutnya, menjadi faktor penting dalam memastikan kondisi seseorang apakah memiliki risiko terpapar virus corona atau tidak.

"Standar protokol kesehatan itu bukan saja menyangkut pencegahan risiko penularan penyakit kepada orang lain, namun lebih kepada upaya menyelamatkan jiwa yang bersangkutan jika terjangkit virus corona dengan segera mendapatkan tindakan medis yang diperlukan," tegasnya. (*)

Reporter : Rully /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]