Bantu Tenaga Medis, ITS dan RS Unair Ciptakan Robot Pelayan Pasien Corona


Selasa, 31 Maret 2020 - 16:50:10 WIB
Bantu Tenaga Medis, ITS dan RS Unair Ciptakan Robot Pelayan Pasien Corona Prototipe robot pelayan yang saat sedang dalam pengembangkan ITS dan RS Unair. Foto: Istimewa

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Tenaga medis yang saat ini menjadi garda terdepan memang diketahui paling rentan terpapar virus Covid-19. Selain kerap menangani pasien tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD), juga kondisi fisik yang menurun membuat para tenaga medis begitu rawan ditulari virus. Bahkan beberapa diantaranya ada yang meninggal dunia.

Dilansir dari Teknologi.id (Haluan Media Group), Selasa (31/3/2020), terdorong untuk membantu meringankan tugas para tenaga medis, Tim penelitian dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) mengembangkan sistem robot pelayan.

Robot ini nantinya bertugas sebagai pelayan pasien dengan risiko penularan yang tinggi. Ada dua pendekatan yang dibangun dalam sistem robot pelayan itu.

Pertama, robot pelayan membawa logistik ke pasien dengan cara dikendalikan dari jarak jauh oleh tenaga medis yang berpengalaman atau dilatih. "Kedua, pendekatan yang lebih otonom, robot yang melayani pasien secara otomatis,” ujar Direktur Riset dan Pengabdian.

Pengembangan robot pelayan ini dikerjakan oleh beberapa peneliti. Antara lain ada dari departemen teknik komputer ITS Muhtadin, Ahmad Zaini, dan Rudi Dikairono. Sementara itu, dari RSAU, ada dokter spesialis forensik Nily Sulistyorini, dokter spesialis kedokteran jiwa Izzatul Fitriyah, dan dokter bedah toraks kardiovaskular Niko Azari.

Menurut Agus, pendekatan tersebut dilakukan dengan menggabungkan berbagai sensor yang diletakkan pada robot dan ruangan tempat pasien berada.

"Kedua pendekatan tersebut diharapkan dapat digunakan para tenaga medis untuk tetap melayani pasien dengan meminimalisir kontak dengan pasien,” kata dia.

Proses pembuatan robot dilakukan sejak pemerintah mulai menerapkan siaga COVID-19. Namun, Agus berujar, tim ITS sebelumnya sudah mengembangkan berbagai tipe robot, sehingga modifikasi dari robot yang dibuat dapat difungsikan sebagai robot pelayan.

Dengan adanya robot yang mampu melayani keperluan pasien secara otonom, Agus berharap dapat membantu pekerjaan tenaga medis dengan mengurangi risiko tertular penyakit. Robot pelayan ini ditargetkan dapat beroperasi dalam beberapa minggu atau sebulan ke depan.

Robot tersebut sempat disebutkan oleh Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro melalui konferensi video yang digelar Kamis, 26 Maret 2020, saat mengumumkan Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan COVID-19. Robot itu juga menjadi salah satu program konsorsium yang menggabungkan beberapa peneliti dari berbagai lembaga penelitian dan perguruan tinggi. (*)

Editor : Milna | Sumber : Haluan Media Group
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]