7 Orang Terpantau PDP di Limapuluh Kota, 4 Dinyatakan Negatif


Selasa, 31 Maret 2020 - 18:35:44 WIB
7 Orang Terpantau PDP di Limapuluh Kota, 4 Dinyatakan Negatif Kalaksa BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir (kanan), di posko tanggap darurat Corona, kemarin. zulkifli

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Kabupaten Limapuluh Kota, perlu meningkatkan kewaspadaan, walau empat dari tujuh orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Limapuluh Kota, telah dinyatakan negatif terjangkit virus COVID-19 setelah dilakukan pemeriksaan.

Gugus Tugas COVID-19 Limapuluh Kota, melalui juru bicaranya, dr. Yulva Roza, Senin, 31 Maret 2020 di Posko tanggap darurat Corona kantor bupati lama mengatakan, saat ini ada 7 orang di Limapuluh Kota yang masuk dalam kategori PDP.

"Lima orang diantaranya telah kita lakukan pemeriksaan, empat hasilnya telah keluar dan dinyatakan negatif terjangkit COVID-19 dan satu lagi hasilnya masih kita tunggu," ujarnya.

Menurut dia, dua orang lainnya masih menunggu alat metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT PCR) yang sudah dipesan sebanyak 500 unit dari dana APBD Kabupaten Limapuluh Kota.

"Setelah alat ini datang, kami akan lakukan pemeriksaan lagi terhadap PDP. Kami akan melakukan pengambilan spesimen dan nantinya akan dikirim ke laboratorium," sebutnya.

Dikatakannya, Pemkab Limapuluh Kota memilih tidak menggunakan Rapid Test yang dianggap kurang efisien, karena hasil rapid test tidak dijadikan jaminan positif atau negatifnya seseorang.

"Walaupun rapid test hasilnya negatif, yang bersangkutan belum dapat dipastikan negatif dan sebaliknya. Ini alasan kami lebih memilih RT PCR," terang Yulfa.

Saat ini terdapat empat kriteria kasus yang juga memiliki deteksi dan respon yang berbeda. Untuk kriteria pertama, yakni pelaku perjalanan daerah atau negara terjangkit yang belum memiliki gejala akan diminta untuk karantina mandiri dan meminta melaporkan gejalanya. 

"Selanjutnya ada orang tanpa gejala, yakni yang kontak langsung dengan pasien yang terkonfirmasi COVID-19. Ini akan kita ambil sampel atau spesimen dan diminta karantina di rumah," ujarnya.

Selanjutnya, orang dalam pemantauan yakni orang yang memiliki gejala seperti deman, gejala pernapasan dan riwayat dari negara atau daerah yang ada kasus. Serta gejala pernapasan dan riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19.

Nantinya akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan dengan PCR dan akan  diminta untuk isolasi diri di rumah.

Saat ini tercatat sebanyak 3.490 orang yang masuk ke Limapuluh Kota, dari berbagai daerah semenjak 20 Maret. Sebanyak 144 ODP (Orang Dalam Pantauan) dan 7 Pasien Dalam Pantauan (PDP) yang dibenarkan Kalaksa BPBD Limapuluh, Jono Amir. (h/zkf)

Reporter : zulkifli /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]