Pasaman Pastikan Belum Ada Positif Corona


Selasa, 31 Maret 2020 - 19:43:51 WIB
Pasaman Pastikan Belum Ada Positif Corona Ilustrasi

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -Satuan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasaman, memastikan belum ada kasus positif terinfeksi virus corona di daerah itu pasca maraknya pemberitaan media nasional terkait hal tersebut yang cukup membuat resah warga daerah itu.

"Setelah dilakukan evaluasi dan koordinasi menyeluruh bersama satuan gugus tugas dengan ini kami simpulkan bahwa warga asal Kecamatan Tigo Nagari yang dikabarkan meninggal akibat terjangkit virus COVID-19 adalah tidak benar," tegas Koordinator Komunikasi Publik lembaga tersebut, William Hutabarat, di Lubuksikaping, Selasa (31/03).

Ia mengungkapkan, warga tersebut memang memiliki riwayat perjalanan dengan status bernotifikasi sejak kepulangannya dari negara Malaysia pada 09 Maret 2020 dan sudah masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) akibat mengalami gejala demam tinggi disertai diare yang sudah ia alami sejak kepulangannya ke kampung halaman.

Kondisi warga tersebut, lanjutnya semakin memburuk sejak tiga hari sebelum dinyatakan meninggal oleh tim medis pada Senin siang (30/03/2020), dengan kondisi terakhir mengalami demam dengan suhu tubuh naik turun mencapai 38,1 pada satuan derajat celcius disertai repitisi diare mencapai lebih dari lima kali perhari dan gejala batuk sejak tujuh hari terakhir.

"Pasien tersebut pada mulanya ditangani oleh tim medis dari Puskesmas Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuksikaping untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," jelasnya.

Ia menambahkan, setelah dilakukan penanganan medis oleh tim medis RSUD tersebut, kondisi pasien terdeteksi mengalami kondisi lemah diduga akibat kekurangan cairan dengan lidah kotor dengan tanda vital tekanan darah tercatat 105/61 satuan mmhg serta diiringi pemeriksaan tanda vital lainnya.

Kemudian, lanjutnya,tim medis memutuskan untuk melakukan tindakan lanjutan terhadap pasien berupa pemeriksaan darah dan rontgen thorax sebelum dikonsultasikan ke dokter spesialis paru.

" Berdasarkan data rangkaian tindakan medis tersebut tim dokter menyimpulkan tidak ada kondisi yang bisa ditegakkan pasien tersebut dinaikkan statusnya menjadi Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sesuai standar protokol penanganan pasien diduga terinfeksi corona yang sudah ditetapkan," ungkapnya.

Sesuai standar pelayanan pasien, warga tersebut diturunkan penanganannya ke shift berikutnya dan pada sore harinya sekitar pukul 17.20 WIB pasien tersebut mengalami pemburukan kondisi dan akhirnya meninggal dunia pada pukul 17.30 WIB waktu setempat.

"Karena masa kepulangan pasien dari negara Malaysia sudah melewati masa 14 hari dan tidak ada kondisi kenaikan status menjadi PDP, maka jenazah warga tersebut dilakukan dengan penatalaksanaan jenazah meninggal biasa dan keluarga pasien sudah diberitahukan," ucapnya.

Terkait situasi pemantauan yang dilakukan pihaknya hingga Selasa sore, tercatat jumlah kasus notifikasi 948 jiwa dengan notifikasi selesai sebanyak 120 jiwa.

Sementara untuk kasus ODP tercatat sebanyak 61 jiwa dengan posisi yang sudah selesai 17 jiwa atau berkurang jumlah keseluruhannya dari hari sebelumnya.

"Kami mengimbau semua pihak agar tetap menahan diri dan tidak menimbulkan kepanikan baru karena memyebar luaskan informasi yang tidak bersumber dari data resmi yang dikeluarkan pihak berwenang melalui situs http://corona.pasamankab.go.id/" pintanya. (*)

Reporter : Rully /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]