Kreatif, Bilik Desinfektan Mulai Bermunculan di Pasbar


Selasa, 31 Maret 2020 - 20:03:41 WIB
Kreatif, Bilik Desinfektan Mulai Bermunculan di Pasbar Kapolres Pasaman Barat, AKBP Fery Herlambang memasuki bilik Disinfeksi di Loby Kantor Bupati Pasbar.

PASBAR, HARIANHARIAN.COM--Ide kreatif mencegah dan melawan covid 19 bermunculan di Kabupaten  Pasaman Barat (Pasbar), seperti pembuatan bilik Disinfektan dan upaya pembuatan cairan anti septik dari bahan alami hadir sebagai bentuk peduli dan sumbangsih ditengah kelangkaan cairan anti septik dan belum tersedianya sarana penyemprotan dari pemerintah pusat.

Aksi kelompok masyarakat dan sejumlah mekanik merangkai bilik disinfektan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak dan juga menggerakkan pihak lain untuk mau berbuat hal yang sama dalam antisipasi covid 19.

"Sebagai orang biasa bersama rekan-rekan dan mekanik, baru ini yang bisa kami lakukan, mari yang lain juga ikut berbuat untuk melawan covid 19 ini,"ujar Relawan peduli covid 19 yang enggan disebutkan namanya kepada haluan.com di Simpang Empat, Selasa (31/3/2020).

Menurutnya, pembuatan bilik Disinfektan perdana yang di apresiasi oleh Bupati Pasbar, Yulianto dan Forkopimda lainnya itu karena kepeduliannya terhadap pencegahan dan antisipasi terhadap Covid-19, serta untuk meminimalisir berkembangnya wabah tersebut di tengah-tengah masyarakat Pasbar meskipun mendapatkan respon beragam dari khalayak.

Adapun rasa khawatir yang timbul dari sebagian masyarakat yang mengasumsikan cairan yang disemprotkan dapat menimbulkan iritasi kulit seperti kemerahan, gatal, terkelupas, serta mengakibatkan batuk dan sesak nafas, tim relawan yang dipimpin oleh Ketua TP. PKK Pasbar, Sifrowati Yulianto, memunculkan ide kreatifitas pembuatan cairan anti septik dari bahan-bahan alami secara alami dari tanaman serai wangi dan daun sirih merah yang proses pembuatannya telah dikoordinasikan dengan Dinkes Pasbar.

"Pro dan kontra penggunaan pengisian cairan bilik disinfektan memakai bahan kimia yang ditakutkan dapat membahayakan pemakainya sudah terjawab dengan mengkolaborasikannya dengan cairan antiseptik alami buatan relawan peduli sesama tersebut,"Ungkapnya.

Semoga tidak akan ada lagi pro dan kontra di tengah masyarakat, kita semua pasti satu tujuan demi memerangi wabah Covid-19"Harap pelopor pembuat bilik disinfektan itu.

Sementara itu, Ketua TP. PKK Pasbar, Sifrowati Yulianto, mengatakan, cairan anti septik dari baham alami tersebut berawal dari kepedulian terhadap sesama dan selalu berfikir bagaimana cara penanggulangan covid 19 sehingga mendatangkan ide untuk memproduksi sendiri dengan bahan-bahan alami.

"Kita memproduksi cairan dari bahan alami ini mengingat cairan anti septik yang dijual di pasaran selain susah didapat ternyata harganya juga mahal,"Ujar Sifrowati.

Diterangkannya, cairan antiseptik yang dibuat itu fungsi nya untuk cairan cuci tangan dan tidak untuk yang lainnya.
Seandainya cairan ini akan digunakan  dibilik disinfectan, bermanfaat atau tidaknya tentunya orang dinas kesehatan lah yang tau akan hal itu.

"Kita membuat cairan ini karena cairan anti septik sudah langka dan mahal,  sehingga banyak masyarakat mengeluh tidak mampu membeli bahan anti septik tersebut, beranjak dari situlah muncul ide kreatif dari relawan bagaimana cara pembuatan anti septik dari bahan alami yang bermamfaat dan ada disekitaran kita," terangnya. (*)

Reporter : fadli /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]