Duh! Mata-Mata AS Temukan Bukti Virus Corona di Korut Sangat Sulit Dipetakan


Selasa, 31 Maret 2020 - 22:59:44 WIB
Duh! Mata-Mata AS Temukan Bukti Virus Corona di Korut Sangat Sulit Dipetakan Ilustrasi

WASHINGTON, HARIANHALUAN.COM - Ketika agen mata-mata Amerika Serikat (AS) berusaha untuk mengumpulkan gambaran yang tepat tentang wabah virus corona atau Covid-19 dunia, mereka menemukan celah serius dalam kemampuan mereka untuk menilai situasi di China, Rusia dan Korea Utara, menurut lima sumber pemerintah AS yang akrab dengan pelaporan intelijen.

Dilansir Reuters Selasa (31/3/2020), badan-badan itu juga memiliki pengetahuan terbatas mengenai dampak penuh pandemi di Iran, meskipun informasi tentang infeksi dan kematian di antara kelas yang berkuasa dan publik menjadi lebih tersedia di media resmi dan sosial, kata dua sumber.

Keempat negara tersebut dikenal oleh agen mata-mata AS sebagai "target keras" karena kontrol berat negara pada informasi dan kesulitan, bahkan dalam waktu normal, mengumpulkan intelijen dari dalam lingkaran kepemimpinan tertutup mereka.

Penilaian akurat atas wabah negara-negara tersebut akan membantu AS dan upaya internasional untuk membatasi korban manusia dan ekonomi dari Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona, kata para ahli.

Badan-badan tersebut tidak hanya mencari angka yang akurat, tetapi juga untuk tanda-tanda konsekuensi politik dari bagaimana krisis sedang ditangani.

"Kami ingin memiliki pemahaman yang akurat dan real-time tentang di mana hotspot global berada dan di mana mereka berkembang," kata Jeremy Konyndyk, seorang ahli di thinktank Pusat Pengembangan Global, yang memimpin Kantor Bantuan Bencana Luar Negeri AS dari 2013 hingga 2017, termasuk respons AS terhadap wabah Ebola, melansir Reuters Selasa (31/3/2020).

"Dunia tidak akan menyingkirkan benda ini sampai kita menyingkirkannya di mana-mana."

Badan-badan intelijen AS pertama kali melaporkan tentang virus korona pada bulan Januari dan memberikan peringatan dini kepada anggota parlemen tentang wabah di China, di mana ia berasal di kota Wuhan akhir tahun lalu, kata sumber-sumber itu, yang meminta tidak disebutkan namanya untuk berbicara secara bebas. tentang hal-hal intelijen.

Pandemi telah berkembang menjadi hampir 740.000 kasus di sekitar 200 negara dan wilayah, menurut angka Reuters, dengan Amerika Serikat sekarang melaporkan kasus terbanyak di lebih dari 152.000.

Kantor Direktur Intelijen Nasional, yang mengawasi 17 badan intelijen AS, menolak berkomentar.

Korea Utara mengklaim tidak memiliki satu kasus pun meskipun berbatasan dengan China, tetapi telah meminta bantuan kepada lembaga bantuan internasional seperti masker dan alat uji.

Satu sumber AS mengatakan, "kami tidak tahu" tentang skala masalah di negara hermetis.

"Ini negara bersenjata nuklir tempat hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas pemerintah akan sangat menarik bagi Amerika Serikat," kata Konyndyk, yang juga memimpin respons AS terhadap krisis kemanusiaan di Suriah.(*)

 Sumber : Warta Ekonomi /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 30 Mei 2020 - 14:54:04 WIB

    Duh! Sekelompok Monyet Bawa Kabur Sampel Darah Pasien Covid-19, Warga Resah

    Duh! Sekelompok Monyet Bawa Kabur Sampel Darah Pasien Covid-19, Warga Resah HARIANHALUAN.COM -- Sekawanan monyet di India menyerang seorang petugas medis dan membawa kabur sampel darah pasien yang telah dinyatakan positif virus Corona..
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 07:15:27 WIB

    Waduh! Tukang Cukur Tularkan Corona ke Pelanggan

    Waduh! Tukang Cukur Tularkan Corona ke Pelanggan HARIANHALUAN.COM - Seorang tukang cukur rambut di Missouri, Amerika Serikat (AS), membuka kembali usaha salon miliknya di tengah pandemi. Ia tidak menyadari jika dirinya telah terinfeksi virus Corona. Akibatnya, penata rambut.
  • Senin, 25 Mei 2020 - 15:30:18 WIB

    Waduh! AS-Cina di Ambang Perang Dingin Baru?

    Waduh! AS-Cina di Ambang Perang Dingin Baru? HARIANHALUAN.COM - Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi mengatakan pada Minggu (24/5) bahwa hubungan antara Cina dan Amerika Serikat (AS) berisiko memburuk hingga ke titik "Perang Dingin baru" bisa saja menjadi kenyataan..
  • Ahad, 24 Mei 2020 - 16:48:17 WIB

    Waduh! Harusnya Bermaafan, Amerika Serikat dan China malah Makin Tegang

    Waduh! Harusnya Bermaafan, Amerika Serikat dan China malah Makin Tegang HARIANHALUAN.COM -- Idul Fitri biasanya adalah momen saling bermaafan atas segala khilaf. Namun buat Amerika Serikat (AS) dan China, yang ada malah tensi ketegangan yang semakin meninggi. Sejak Donald Trump terpilih sebagai p.
  • Selasa, 19 Mei 2020 - 18:46:38 WIB

    Waduh! Trump Mau Gulingkan AS dari Keanggotaan WHO    

    Waduh! Trump Mau Gulingkan AS dari Keanggotaan WHO     HARIANHALUAN.COM -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Trump mengancam akan secara permanen menghentikan pendanaan AS untuk organisasi kesehatan PBB itu jika WHO t.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]