Terjerat di Riau, 'Inyiak Balang' Dikirim ke Dharmasraya


Rabu, 01 April 2020 - 15:40:14 WIB
Terjerat di Riau, 'Inyiak Balang' Dikirim ke Dharmasraya Ilustrasi

PEKANBARU, HARIANHALUAN.COM – Satu ekor harimau Sumatera diketahui terjerat di areal konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) di Pelabuhan, Riau, Sabtu (28/3) kemarin. Tiga hari berselang, kondisi satwa berjenis kelamin betina itu berangsur pulih dan sudah dievakuasi.

Adapun lokasi baru terhadap satwa dilindungi itu, adalah Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya (PRHSD), Sumatra Barat (Sumbar). Proses evakuasi itu selesai pada Senin (30/3) kemarin, sekitar pukul 11.30 WIB., diberitakan riau.haluan.co

Saat ini, si 'inyiak balang' alias  harimau itu tengah mendapatkan perawatan intensif. Karena kaki kanan depannya, mengalami luka serius. Butuh waktu sekitar 2 sampai 3 jam sampai harimau tersebut mau keluar dari kandang angkut yang digunakan untuk evakuasi, ke kandang observasi di PRHSD.

Disebutkan Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, kondisi harimau itu kini cenderung membaik, menunjukkan agesivitas dan sifat keliarannya. Harimau itu juga sudah mau makan dan minum.

“Kami sepakat derngan tim medis, untuk 2 sampai 3 hari ini, belum akan dilakukan medical check up keseluruhan terhadap harimau tersebut,” ujar Suharyono, Selasa (31/3).

Setelah nanti kondisinya lebih baik, tenang, tidak stres, tidak dehidrasi dan stabil, kata dia, baru akan dilakukan medical check up untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari harimau itu.

Dia kemudian memaparkan kondisi harimau itu saat ditemukan. Menurutnya, harimau betina biasanya tidak punya teritori tertentu.

“Biasanya ada betina, ada jantan juga. Informasi yang kami terima dari karyawan yang melaporkan pertama kali ke kami, dan dari petugas-petugas di lapangan, pada saat harimau betina terjerat, ada satu ekor harimau lagi yang menunggu di situ,” terang dia.

“Artinya, di wilayah itu masih ada harimau lain yang mungkin hidup bersama dengan harimau yang kita evakuasi itu,” sambung Suharyono.

Suharyono membeberkan, terhadap harimau yang dievakuasi itu, tim akan melakukan observasi intens.

“Kita menunggu kesembuhan kakinya, kita berharap bisa disembuhkan karena lukanya cukup serius, lukanya sampai ke tulang. Kata dokter atau ahlinya, semoga masih ada jaringan yang bisa menyambungkan ke bagian telapak kaki, sehingga bisa sembuh,” imbuh dia.

Diketahui, harimau itu ditemukan dalam keadaan terjerat Sabtu akhir pekan kemarin, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, manajemen PT RAPP melaporkan tentang adanya harimau yang terjerat ke tim BBKSDA Riau.

Harimau pertama kali ditemukan oleh pekerja lapangan di Blok Meranti, tepatnya di sempadan sungai atau kanal Sangar Blok Meranti. Atas laporan itu, tim pun dikerahkan untuk turun ke lokasi guna melakukan penyelamatan pada hari itu juga.

Tim diberangkatkan dari Kota Pekanbaru dengan membawa peralatan lengkap, termasuk kandang evakuasi. Sementara tim medis yang kebetulan saat peristiwa terjadi sedang berada di lokasi lain dalam rangka menangani harimau suspect, juga diminta bergeser ke lokasi harimau terjerat di konsesi HTI PT RAPP.

Setelah lengkap, tim rescue, tim medis, dibantu tim dari PT RAPP berkumpul di Estate Meranti guna mempersiapkan segala sesuatunya.

Pada Minggu (29/3) sekitar pukul 10.00 WIB, tim bergerak ke lokasi harimau terjerat. Jaraknya sekitar 60 kilometer dari titik kumpul, dengan melewati jalur darat.

Baru sekitar pukul 11.30 WIB, tim tiba di pinggir kanal. Tak berhenti sampai di situ, tim harus kembali melanjutkan perjalanan melewati kanal sejauh 2 kilometer, dengan waktu tempuh 15 menit. Selanjutnya, tim melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 500 meter, dengan waktu tempuh 30 menit.

Tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB, tim langsung bergerak untuk melakukan pembiusan, guna melepaskan tali jerat. Berselang 40 menit kemudian, harimau malang itu berhasil dievakuasi dari lokasi.

Harimau tersebut mengalami luka medis di bagian kaki kanan depan. Lukanya cukup serius, dan diperkirakan sudah terjerat selama 3 hari.

“Harimau Sumatera yang terjerat ini berjenis kelamin betina, berusia remaja, diperkirakan 3 sampai 5 tahun, panjang badang 170 centimeter, dengan berat sekitar 85 sampai 90 kilogram,” pungkas Suharyono.

Tanpa menunggu lama, tim langsung berangkat dari Estate Meranti PT RAPP, menuju ke PRHSD pada Minggu sore, sekitar pukul 17.00 WIB, sambil membawa hewan tersebut.

Kini, satwa dilindungi telah memiliki nama, yaitu Corina. Hal ini sebagai pengingat, bahwa harimau itu terjerat di saat dunia sedang disibukkan dengan berita tentang mewabahnya virus corona atau Covid-19.(*)

 Sumber : riau.haluan.co (Haluan Media Grup) /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 08 Mei 2020 - 04:33:51 WIB

    Terjerat Narkoba, Ini Rangkuman Ramalan Roy Kiyoshi

    Terjerat Narkoba, Ini Rangkuman Ramalan Roy Kiyoshi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Peramal top tanah air, Roy Kiyoshi dikabarkan diamankan pihak kepolisian karena kasus narkoba. Sangat disayangkan memang, padahal statusnya sebagai tukang ramal yang seharusnya 'mengetahui' apa yan.
  • Selasa, 23 Juli 2019 - 23:13:18 WIB

    Lagi, Artis Terjerat Narkoba. Jefrni Nichol Ditangkap Polisi

    Lagi, Artis Terjerat Narkoba. Jefrni Nichol Ditangkap Polisi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-Setelah pelawak Nunung, giliran artis Jefri Nichol ditangkap polisi. Kasusnya hampir sama,  kasus Narkoba. Peristia tertangkapnya Jefri  kian  membuat jagad seleberitis buncah di dunia maya. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]