11 Desa di NTT Sudah 2 Bulan Tanpa Listrik, Ternyata..


Rabu, 01 April 2020 - 23:26:58 WIB
11 Desa di NTT Sudah 2 Bulan Tanpa Listrik, Ternyata.. Jaringan listrik yang terganggu yang menyebabkan warga hidup tanpa listrik selama 2 bulan. Foto: istimewa.

LEWOLEBA, HARIANHALUAN.COM -- 11 Desa di wilayah selatan Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, sudah dua bulan menderita kegelapan tanpa penerangan listrik.

Perusahan Listrik Negara (PLN) Lewoleba Lembata, beralasan hal itu disebabkan terjadinya longsor di wilayah selatan Lembata. Sehingga PLN Lewoleba Lembata masih melakukan perbaikan atas kerusakan yang mengakibatkan pemadaman tersebut.

"Masalahnya jaringan listrik yang terganggu/rusak akibat longsor di beberapa titik mulai dari Idalolong Lusiduawutun, Tapobali hingga Tirer. Saat ini tim dari PLN sedang perbaiki. Mudah-mudahan tim teknis cepat selesai perbaiki sehingga listrik normal kembali," jelas Kepala PLN Cabang Lewoleba, Darius Uran, dilansir Kumparan.com, Rabu (1/4/2020).

Kata Darius, daya listrik untuk Lembata masih mencukupi karena ada cadangan daya sebesar 600-700 KW. "Daya listrik tak soal. Untuk Lembata masih ada cadangan 600-700 KW," kata Darius.

Namun, Senin (31/3), Matheus Lamak dan beberapa warga Selatan Lembata, berinisiatif mengecek langsung semua jaringan listrik di wilayah Selatan Lembata. Dan ternyata warga menemukan, jalur kabel komponen utama penyambung dan penghantar arus listrik dalam keadaan dilepas atau tidak terpasang.

Kabel komponen utama itu tidak terpasang mulai dari wilayah Lamanepa, Lusiduawutun A dan B, Tapobali, Lelata, Lamalera A dan B, Posiwatu, Imulolong, Puor A, dan Puor B.

Warga sangat kaget dan merasa telah dibohongi pilak PLN Cabang Lewoleba Lembata, yang sebelumnya beralasan karena adanya longsor di wilayah selatan sehingga tengah diperbaiki PLN.

"PLN tipu kami. Ternyata kabel komponen utamanya dilepas. Tidak mungkin ini dilakukan warga. Diduga ada oknum petugas PLN yang sengaja melakukan ini. Dua bulan kami kegelapan dan ini merupakan konspirasi 'kejahatan' yang dilakukan oknum-oknum tidak beradab," ungkap Beny Muda warga selatan, Selasa (1/4).

Warga pun langsung melaporkan hal tersebut kepada jurnalis senior Pos Kupang, Paul Burin. Dan Paul Burin menyampaikan temuan warga tersebut ke Kepala PLN Cabang Lewoleba, Darius Uran.

Setelah beberapa saat kemudian, petugas PLN langsung turun ke 11 desa untuk memperbaiki dan memasang kembali kabel komponen utama yang diduga dilepas oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Kami telepon ama Paul Burin dan beliau langsung kontak kepala cabang PLN. Petugas langsung turun pasang kembali kabel satu persatu di tiap desa. Sekarang listrik sudah menyala. Ternyata PLN tipu kami,"pungkas Albertus Demon warga selatan Lembata.

Florespedia sudah coba menghubungi Kepala PLN Cabang Lewoleba, Darius Uran, namun hingga hari belum ada jawaban. (*)

Editor : Milna | Sumber : Kumparan.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]