Geger Warga Tolak Jasad Pasien Corona, Bupati Banyumas Minta Maaf


Kamis, 02 April 2020 - 11:45:53 WIB
Geger Warga Tolak Jasad Pasien Corona, Bupati Banyumas Minta Maaf Bupati Banyumas, Achmad Husein.

BANYUMAS, HARIANHALUAN.COM - Geger penolakan warga pada jenazah pasien Virus Corona atau COVID-19 di Banyumas viral di media sosial. Bupati Banyumas, Aschmad Husein menyampaikan permintaan maaf atas kejadian itu.
"Saya juga mohon maaf kepada seluruh warga masyarakat Banyumas, atas kejadian pemakaman pada hari ini (Rabu, 1 April 2020)," kata Husein seperti yang dikutip detikcom di akun Instagram @ir_achmadhusein Kamis (2/4/2020).

Husein mengakui hal ini terjadi barangkali karena pihaknya kurang sosialisasi dan mengedukasi warga dengan baik. Husein memohon agar masyarakat Bayumas bisa mengerti bahwa bahaya penularan Corona atau COVID-19 lebih tinggi terjadi pada manusia yang masih hidup dibanding dari mayat.

Baca Juga : Innalillahi, Pemilik Radwah Hartini Chairuddin Meninggal Dunia

"Sebab orang hidup itu bisa bicara, bisa batuk dan bisa bersin, sedangkan orang mati tidak bisa sama sekali. Padahal sumber penularan itu adalah dari bicara, dari batuk dan dari bersin," ucapnya.

Bahkan dia menyebut, dalam ilmu apapun virus akan mati dalam waktu 7 hingga 9 jam setelah pasien positif COVID-19 meninggal dunia.

Baca Juga : Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kembali Penggabungan Kemendikbud dan Ristek

"Dan juga dari ilmu apapun, virus itu kalau orangnya mati, jadi dalam waktu 7-9 jam virusnya juga pasti akan mati. Jadi jasadnya kemudian tidak lagi akan ada virus," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Husein mengungkap sudah memberi penjelasan berulang kali kepada masyarakat terkait hal itu.

Baca Juga : Hadapi Terorisme, Indonesia Bisa Adaptasi Strategi CTAP Selandia Baru

"Ini yang kita jelaskan sudah berkali-kali, ilmunya ada. Saya hanya berdoa mudah-mudahan almarhum Khusnul khatimah, Khusnul, Khusnul khatimah, amin ya rabbal alamin," doanya.

Diberitakan sebelumnya, video penolakan warga terhadap pemakaman jasad pasien Corona di Banyumas tersebar di media sosial dan grup percakapan. Dalam video tersebut, tampak warga berkerumun dengan berteriak dan memukul kentongan mengiringi kedatangan ambulans berpelat merah bernopol H-9507-TG. Ambulans warna putih itu bertulisan 'Pemerintah Provinsi Jawa Tengah RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto'.

Baca Juga : Jatim Diprediksi Hujan Usai Gempa Malang M 6,1, BMKG: Waspada Longsor-Banjir

Terlihat juga Bupati Banyumas Achmad Husein dan polisi memberi penjelasan kepada warga.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Karyoto membenarkan peristiwa dalam video itu.

Karyoto menjelaskan alasan utama warga menolak pemakaman jenazah pada Selasa (31/3) kemarin itu. Karyoto menyebut warga dibohongi.

"Alasan penolakan, warga dibohongi oleh petugas. Kemarin Selasa (31/3) siang itu banyak kendaraan pelat merah kliweran (berseliweran) ke sana (lokasi), mencari temu, mencari posisi. Kami sama sekali tidak ada informasi dan pemberitahuan ke pemerintah desa," jelasnya saat ditemui detikcom di kantornya, Rabu (1/4). (*)

Editor : Heldi | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]