Jokowi Tak Larang Masyarakat Mudik, Luhut Ungkap Alasannya


Kamis, 02 April 2020 - 19:02:27 WIB
Jokowi Tak Larang Masyarakat Mudik, Luhut Ungkap Alasannya Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan tidak melarang mudik Lebaran tahun ini. Meskipun jika dilakukan ada kemungkinan konsekuensinya. Lalu apa alasan Jokowi memperbolehkan mudik di tengah wabah COVID-19?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan alasan mengapa pemerintah masih memperbolehkan masyarakat mudik saat Lebaran tahun 2020.

Baca Juga : Kemenag Buka Seleksi Calon Mahasiswa ke Timur Tengah 2021

"Pertimbangan utama bahwa orang kalau dilarang tetap mudik saja," kata Luhut usai ratas mengenai persiapan menghadapi ramadan dan Idul Fitri 1441 H/2020 secara virtual, Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Meski masih membolehkan masyarakat pulang kampung, Luhut yang juga menjabat sebagai Plt Menteri Perhubungan mengimbau masyarakat untuk tetap tidak mudik di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Pasalnya, besar kemungkinan masyarakat yang berada di kota membawa virus ke kampung halamannya.

Baca Juga : Polda Papua Kerahkan 1 Pleton Brimob dan Satgas Nemangkawi Buru OPM Sabinus Waker di Beoga

Agar masyarakat tidak mudik, pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) khusus. Bantuan perlindungan sosial ini bisa dimanfaatkan untuk bertahan selama musim mudik Lebaran.

"Kita tidak mau itu, kita anjurkan tidak mudik karena tidak mudik ada kompensasinya," jelasnya.

Baca Juga : KPK Duga Ada Upaya Hilangkan Bukti Kasus Suap Pajak

Perlu diketahui, pemerintah membolehkan masyarakat mudik saat Lebaran Idul Fitri tahun ini. Namun dengan catatan, pemudik tersebut berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Hal itu pun dianggap sia-sia untuk pemudik yang hanya untuk silaturahmi dalam jangka pendek. Sudah jauh-jauh di perjalanan, sampai di sana tidak bisa bebas karena harus melakukan karantina.

Baca Juga : Kuatnya Getaran Gempa Malang yang Tewaskan 8 Orang

"Kalau boleh mudik tapi dikarantina 14 hari ya ngapain mudik? Kalau mudiknya dalam short time saja percuma, mending teleponan. Daripada jauh-jauh, capek, di sana 14 hari (dikarantina)," ujar Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda), Ateng Aryono kepada detikcom, Kamis (2/4/2020).

Kecuali menurut Ateng bagi pemudik yang memang perantau dan tidak punya lagi pekerjaan lagi di ibu kota akibat dampak corona.(*)
 

Editor : NOVA | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]