Siaga! Puluhan Ribu TKI Diprediksi Pulang ke Tanah Air di April-Mei 2020


Kamis, 02 April 2020 - 21:19:37 WIB
Siaga! Puluhan Ribu TKI Diprediksi Pulang ke Tanah Air di April-Mei 2020 Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (bp2mi) mengungkap proyeksi kepulangan 37.075 TKI yang masa kontraknya habis di bulan April-Mei 2020. Jumlah tersebut tidak termasuk TKI yang sebagian pulang dari Malaysia karena lockdown di negara tersebut.

"Antisipasi kepulangan PMI yang habis masa kontraknya dalam 1 bulan ini terdapat 37.075," kata Plt Kepala BP2MI, Tatang Budie Utama Razak dalam keterangannya, Kamis (2/4/2020).

Tatang mengatakan sebanyak puluhan ribu TKI itu diproyeksikan masa kontraknya akan habis dan diasumsikan tidak memperpanjang kontraknya di negara penempatan. Serta 12.748 anak buah kapal diperkirakan masa kontraknya akan habis, sehingga jika ditotal menjadi 49.823 pekerja migran yang diproyeksikan pulang ke RI.

Jumlah tersebut di luar angka pekerja migran di negara yang menghadapi krisis ekonomi, termasuk pekerja migran non prosedur (TKI illegal) baik dari Malaysia dan Timur Tengah yang jumlahnya tidak diketahui. Dari 37.075 TKI yang diprediksi habis masa kontraknya, paling banyak berasal dari Malaysia, yaitu 15.429 TKI.

Tatang mengatakan potensi pemulangan pekerja migran itu disebabkan kebijakan lockdown dari negara penempatan, PHK dari perusahaan kapal pesiar yang bangkrut dan adanya kebijakan pengampunan khusus untuk WNI yang tinggal melebihi batas akhir izin visa di Arab Saudi. Serta pemulangan jumlah besar TKI illegal dari Malaysia dan Timur Tengah.

Tatang mengatakan BP2MI berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan kepulangan pekerja migran yang sejalan dengan arahan Presiden Jokowi. Tatang mengatakan BP2MI mengantisipasi kedatangan pekerja migran itu dengan menyiapkan petugas di lapangan.

"Antisipasi penanganan kepulangan PMI dengan memperkuat personil di lapangan baik untuk penanganan kesehatan maupun kepulangan mereka secara aman dan nyaman," ujar Tatang.

Selain itu BP2MI berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pelayanan pemulangan TKI. Bagi TKI yang berpotensi menganggur pada saat pulang ke kampung halamannya Disnaker pemerintah daerah akan memberikan kartu prakerja.

"Selanjutnya antisipasi mereka yang pulang berpotensi menjadi pengangguraan dan hal ini bisa diberikan Kartu Prakerja," ujarnya.

Tatang memastikan bagi pekerja migran yang pulang ke Tanah Air akan diperiksa sesuai protokol kesehatan. Pemeriksaan tak dengan rapid test, melainkan pengecekan suhu tubuh. Bagi pekerja migran yang terdeteksi suhunya tinggi, memiliki gejala atau diduga suspect virus Corona maka akan dikarantina.

"Dalam rapat terbatas yang dipimpin presiden, beliau memberikan arahan untuk PMI (pekerja migran Indonesia) yang pulang dilakukan pemeriksaan sesuai dengan protokol kesehatan.
Jika ada indikasi atau suspect langsung dikarantina," tuturnya.

"Karena jumlah yang cukup besar, mungkin yang dilakukan dengan thermo gun dan jika indikasi suhunya melebihi dari standard, ini yang langsung dilakukan tindakan. Jadi bukan rapid test seperti periksa darah dan rontgen seperti di RS. Dan diminta karantina mandiri sambil dipantau," ungkapnya.

Akan tetapi bagi TKI yang tidak memiliki gejala akan langsung dipulangkan ke daerah masing-masing dengan status orang dalam pemantauan (ODP). Mereka wajib melakukan isolasi diri selama 14 hari dan dipantau.

"Namun jika yang tidak terindikasi langsung dipulangkan ke daerah masing-masing dengan status ODP. Karantina disiapkan di sejumlah tempat," ujarnya.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]