Jaga Diri! Puncak Corona di Sumbar Diprediksi Bulan Puasa


Jumat, 03 April 2020 - 06:25:11 WIB
Jaga Diri! Puncak Corona di Sumbar Diprediksi Bulan Puasa Ilustrasi virus corona.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Bulan Ramadhan diprediksi puncak penyebaran virus corona (Covid-19) di Sumbar akan terjadi pada 24 hingga 27 Mei 2020. Waktu puncak tersebut bertepatan Hari Raya ldul Fitri 1441 Hijriah. Pasalnya para perantau sudah dipastikan akan mudik lebaran ke kampung halaman.

Menurut Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Sumbar akan dibanjiri oleh para perantau untuk pulang ke daerah asalnya, perlu diantisipasi agar penyebaran virus corona tidak masuk ke Sumbar.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Nasrul Abit meminta seluruh pihak untuk semakin meningkatkan kewaspadaan. Khususnya dalam hal pengawasan terhadap para pendatang yang masuk ke Sumbar.

Peran aktif dari semua pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten kota, petugas kesehatan, BPBD, Satpol PP setempat, termasuk masyarakat.

"Tadi kita sudah lakukan rapat terbatas dengan gubernur melalui video conference bersama Bupati walikota se Sumbar, bagaimana untuk menghadapi semua masalah ini. Kita harus kompak dan satu komando yaitu ada di BPBD yang menginformasikan setiap protokol dan perkembangan tentang pengendalian situasi," ujar Nasrul Abit, kemarin.

Langkah antisipasi tersebut di antaranya berupa pengetasan pengawasan di daerah perbatasan. Tak hanya jalur darat, namun jalur udara yang masuk melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) juga harus semakin diperketat.

Di samping itu, ujar Nasrul, social distancing dan physical distancing juga harus benar-benar diterapkan di tengah-tengah masyarakat.

"Untuk itu, berbagai langkah antisipasi harus sudah mulai disiapkan dari sekarang, kata Nasrul Abit.

Menyiapkan sebanyak-banyaknya rumah sakit rujukan untuk menangani pasien positif atau suspect corona. Semua ini sebagal langkah untuk menghambat penyebaran virus corona," kata Nasrul Abit.

Pemerintah Sumbar sudah berkoordinasi dengan kabupaten kota menyediakan rumah sakit untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP, yaitu 15 RSUD kabupaten kota, 2 RSUD provinsi dan satu rumah sakit Semen Padang.

Sebagai rumah sakit rujukan adalah RSUP dr. M. Djamil Padang, rumah sakit dr. Achmad Muchtar dan rumah sakit Unand. Sementara untuk karangtina ODP dan PDP adalah asrama diklat BPSDM Sumbar, gedung UPTD Balaikop, Asrama Diklat Balpelkes, asrama diklat PPSDM Bukittinggi, Asrama Haji Padang, gedung UPTD BPP gedung ITC UPTD BPTSD dinas perternakan, asrama BLK Padang Panjang dan asrama BLK Payakumbuh.

"Itu satu-satunya cara yang bisa kita lakukan sekarang, sebagai antisipasi penyebaran virus corona, biar bagaimanapun, kami tidak bisa melarang pemudik masuk ke Sumbar," ungkapnya.

Namun setiap pihak bisa mengawasi para pemudik yang masuk ke Sumbar, sehingga mereka benar-benar melakukan isolasi mandiri, sesuai aturan yang telah ditetapkan.

"Untuk itu, dalam hal ini kerja sama berbagai pihak amat diperlukan. Kalau semua pihak melakukan tugasnya dengan baik, maka insya Allah masa puncak Covid-19 tidak akan terjadi di Sumbar," ucapnya.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat, khususnya para pemudik yang pulang ke Sumbar untuk disiplin (terbuka) dengan kondisi kesehatannya. Dan apabila ada pemudik yang tidak terdaftar di perbatasan, segera melapor ke petugas terkait.

"Dengan berterus-terang, kita membantu menekan penye.baran virus corona di Minangkabau," tuturnya. (*)

 Sumber : Rilis /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]