Cara China Atasi Corona, Warga Dipantau Lewat HP


Jumat, 03 April 2020 - 06:33:42 WIB
Cara China Atasi Corona, Warga Dipantau Lewat HP Polisi China mengawasi warga yang keluar masuk. (BBC)

BEIJING, HARIANHALUAN.COM -- Pembicaraan soal penanganan virus corona di China tak terlepas dari pembicaraan soal teknologi canggih.

Dilansir dari detik.com, Jumat (3/4/2020), robot diperbantukan mengantar makanan di rumah sakit, adanya kamera yang bisa mengenali wajah dan mengukur suhu tubuh, atau drone yang memaksa karantina dan penutupan wilayah.

Namun bagaimana dengan teknologi tersembunyi mereka?

China memiliki sistem pengawasan canggih yang bisa melacak warga negara mereka, baik secara daring maupun luring. Dan sistem ini terbukti sangat efektif selagi pandemi.

Jaringan pengawasan terhadap warga ini telah beberapa dekade dibangun oleh Partai Komunis China. Selama ini mereka selalu dikritik di seluruh dunia karena hal itu.

Namun ketika dunia sedang dicengkram oleh Covid-19, beberapa negara mencoba melihat model China sebagai jawaban. Wuhan kendurkan 'lockdown' saat dunia berperang lawan Covid-19

Bagaimana nasib studi mahasiswa Indonesia yang dievakuasi dari Wuhan?

Apa yang dilakukan di negara-negara lain?

Menurut Wartawan BBC di Seoul Laura Bicker, pemerintah Korea Selatan menggunakan telepon untuk mengetahui lokasi kita berada, dan mengirimkan pesan darurat ketika kita mendekat ke lokasi di mana pasien yang terkonfirmasi berada.

Lalu Singapura, Israel, Iran, Taiwan dan Rusia mengadopsi sebagian atau keseluruhan metode yang dipakai China untuk memanfaatkan kekuatan data.

Lebih banyak lagi negara yang diperkirakan akan mengikuti.

Penduduk meninggalkan jejak data lewat KTP

Lalu bagaimana sistem pengawasan di China menghasilkan data dan apa kegunaannya saat-saat terjadinya pandemi? Ini dimulai dari kartu tanda pengenal atau kartu identitas nasional. Warga membutuhkan kartu tanda pengenal nasional ini untuk melakukan segala sesuatunya di China.

Mulai dari membeli telepon genggam hingga menggunakan aplikasi tertentu, warga China akan meninggalkan jejak data yang bisa dilacak hingga ke KTP mereka.

Mengawasi penduduk melalui telepon genggam dengan penanda warna

Di wilayah yang diberlakukan penutupan, data lokasi telepon digunakan untuk mengawasi pergerakan manusia dan memaksakan jam malam.

Jika seorang pasien harus dikarantina, petunjuk lokasi geografis (geo location) di telepon mereka akan memberi peringatan kepada pemerintah seandainya orang ini keluar dari tempat karantinanya.

Lokasi data telepon juga digunakan untuk memetakan secara persis tempat-tempat yang dikunjungi seseorang selama dua minggu terakhir sebelum didiagnosa.

Gabungan dari analisa manusia dan analisa komputer bisa menentukan siapa saja yang mungkin terinfeksi oleh mereka.

Jika pasien ini naik kereta dan berpeluang menginfeksi orang, pesan teks akan dikirimkan melalui sebuah aplikasi yang digunakan banyak orang untuk memberi peringatan adanya risiko penularan.

Setiap orang diberi kode QR berwarna, tergantung risiko yang mereka miliki.

Hijau - tanpa risiko.

Oranye - mereka sempat memasuki daerah berpotensi penyebaran virus.

Merah - mereka dites dengan hasil positif dan berisiko menularkan.

Penerapan karantina

Pengawasan siber ini tak akan ada gunanya tanpa adanya tim penerapan karantina yang ketat di China.

Polisi dan relawan secara harfiah menjaga setiap pintu keluar masuk blok-blok apartemen untuk memastikan terjadinya karantina.

China berhasil menurunkan tingkat infeksi baru dari ribuan sehari ketika puncak wabah terjadi, hingga menjadi nol dalam waktu lima minggu.

Namun di negara-negara di mana pengawasan digunakan untuk menangani virus corona, banyak orang khawatir dampaknya di jangka panjang.

Adam Schwartz, pengacara senior di Electronic Frontier Foundation mengatakan di tengah pandemi ini, "Ada kekhawatiran besar bahwa ketika pemerintah mendapatkan kekuasaan baru dalam situasi krisis, pemerintah tidak akan mengembalikan kekuasaan itu ketika krisis selesai."

Contohnya, seiring serangan 11 September, Amerika Serikat membuat pengawasan luas kepada warga.

Namun 19 tahun kemudian, kekuasaan itu masih berada di tangan pemerintah AS.

Adam dan pihak lain juga mempertanyakan apakah data dari pengawasan massal ini akan bisa membawa hasil atau tidak.

Schwartz mengatakan yang perlu dikatakan kepada pemerintah di seluruh dunia adalah, "Sebelum menjalankan kekuatan pengawasan massa, penting bagi pemerintahan dan tenaga kesehatan untuk maju memperlihatkan bahwa teknologi ini malah bisa menambah krisis."

Menyeimbangkan privasi dan keamanan merupakan salah satu problem yang sudah terjadi sepanjang sejarah pemerintahan dan kepentingan publik.

Tapi mungkin baru kali ini terjadi dalam sejarah betapa dilema ini menjadi semakin menekan dalam keadaan yang mengancam nyawa banyak orang. (*)

 Sumber : Detik.com /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 01 Juni 2020 - 17:36:52 WIB

    VoLTE Kini Hadir di Telkomsel, Begini Cara Mengaktifkannya

    VoLTE Kini Hadir di Telkomsel, Begini Cara Mengaktifkannya HARIANHALUAN.COM - Telkomsel sebagai leading digital telco company berkomitmen untuk terus bergerak maju memimpin perkembangan inovasi teknologi seluler di Indonesia. Komitmen tersebut kali ini diwujudkan melalui soft launch .
  • Rabu, 27 Mei 2020 - 21:58:48 WIB

    Ini Dia Cara Cepat Dapat Uang dari TikTok

    Ini Dia Cara Cepat Dapat Uang dari TikTok HARIANHALUAN.COM - TikTok menjadi salah satu platform berbagi video, yang sedang digemari di Indonesia. Aplikasi ini banyak disukai, karena isi konten cenderung unik dan menghibur..
  • Senin, 25 Mei 2020 - 09:11:08 WIB

    Kini Video Call di Instagram Bisa 50 Orang Sekaligus, Begini Caranya

    Kini Video Call di Instagram Bisa 50 Orang Sekaligus, Begini Caranya HARIANHALUAN.COM -- Instagram kini sudah bisa video call 50 orang. Ini karena aplikasi berbagi foto milik Facebook ini sudah terintegrasi dengan Messenger Rooms. Bagi yang ingin tahu ini caranya video call via Instagram denga.
  • Ahad, 24 Mei 2020 - 18:05:30 WIB

    Wah! WhatsApp Punya Fitur Baru Lagi, Ini Cara Menggunakannya

    Wah! WhatsApp Punya Fitur Baru Lagi, Ini Cara Menggunakannya TEKNO, HARIANHALUAN.COM -- Layanan pesan instan WhatsApp menambahkan fitur pembagian kontak lewat kode QR. Pengguna bisa bertukar kontak WhatsApp dengan seseorang secara langsung dengan membagikan kode QR. WhatsApp sudah meng.
  • Sabtu, 23 Mei 2020 - 21:06:33 WIB

    Ajak Mudik Secara Virtual, XL Axiata Berikan Paket Data untuk Mitra Penjual Pulsa

    Ajak Mudik Secara Virtual, XL Axiata Berikan Paket Data untuk Mitra Penjual Pulsa HARIANHALUAN.COM -- Merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia tidak menghentikan XL Axiata untuk tetap memfasilitasi kebutuhan silaturahmi para mitra penjual pulsa yang berada di wilayah Jabodetabek dengan keluarga mereka di k.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]