Satu PDP Covid-19 di Sawahlunto Meninggal Dunia


Jumat, 03 April 2020 - 15:15:40 WIB
Satu PDP Covid-19 di Sawahlunto Meninggal Dunia Penjelasan Walikota Sawahlunto dan gugus tugas tanggap Covid-19 di Balaikota setempat, Jumat 3 April 2020. RIKI YUHERMAN

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sawahlunto meninggal dunia. Pasien wanita rujukan Puskesmas Kampung Teleng itu meninggal, Jumat (3/4) pagi setelah dilakukan perawatan intensif selama seminggu di RSUD Sawahlunto. 

"PDP yang meninggal adalah wanita berusia 50 tahun, dirawat di RSUD sejak 7 hari lalu dengan keluhan batuk serta sesak nafas. Sejak 3 hari terakhir wanita yang juga berprofesi seorang tenaga kesehatan itu ditetapkan sebagai PDP dan dirawat diruang isolasi paru," ujar Dokter Spesialis paru RSUD Sawahlunto, Ardianof saat mendampingi Walikota Sawahlunto, Deri Asta ketika menggelar pertemuan terbatas dengan awak media setempat, Jumat 3 April 2020 di Balaikota.

Bedasarkan hasil ronsen thorax dan anamnesa lanjut Ardianof, didapat hasilnya infeksi sejenis bakteri di paru dan gula darah yang diatas normal. Meskipun begitu kata Ardianof, berdasarkan SOP penanganan Covid - 19 dari Pemerintah Pusat, pasien dengan penyakit kronis ditetapkan sebagai PDPD sehingga untuk pemakamannya harus dilakukan sesuai SOP penanganan coronavirus.
"Saat ini belum dapat dipastikan pasien positif corona atau tidak. Menunggu hasil pemeriksaan SWAB dari labor UNAND," ujarnya.

Sementara Walikota Sawahlunto, Deri Asta mengatakan, isu yang mengatakan bahwa pasien yang meninggal ini positif Corona tidaklah benar. Akan tetapi sebutnya, penanganan pasien yang meninggal dalam pengawasan temasuk pemakamannyaharus sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah Pusat.

"Masalah positif atau tidaknya itu harus berdasarkan uji labor di Padang. Akan tetapi sesuai SOP setiap pasien kronis dan yang meninggal dilakukan sesuai dengan pandemi wabah seperti saat sekarang ini," katanya.

Upaya yang dilakukan sebutnya, sudah sangat optimal akan tetapi kekurangan alat pelindung diri (APD) termasuk peralatan untuk pemeriksaan Covid - 19 yang tidak ada, menjadi tantangan yang berat.

"Saat ini kita sudah melatih 2 orang tenaga medis labor untuk pemeriksaan suap tenggorokan. Dan kabarnya alat untuk tes suap tenggorokan tersebut sudah datang di Sumbar. Dengan alat tersebut akan lebih mudah melakukan pemeriksaan dimana sampel yang diambil bisa langsung dikirim ke labor dan cepat diketahui hasilnya," kata Deri.

Jadi lanjutnya, jika ditemukan hasil suap tenggorokan positif maka langkah selanjutnya pasien akan dirujuk ke Rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan, yakni RSUP M Jamil Padang, RSAM Bukittinggi dan yang terbaru rumah sakit Rasyidin Padang.

Dalam kesempatan itu Deri Asta juga menjelaskan, tekait status PDP lainnya yang berasal dari rujukan Puskesmas Talawi, yakni seorang pria usia 50 an, dari hasil ronsen diagnosanya menderita infeksi bakteri di paru - paru bukan infeksi virus, sehingga status PDP dicabut. (h/rki)

 

Reporter : Riki Yuherman /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]