Gugus Tugas Covid-19 Pasaman Minta Provider Seluler Benahi Jaringan Internet


Jumat, 03 April 2020 - 15:50:46 WIB
Gugus Tugas Covid-19 Pasaman Minta Provider Seluler Benahi Jaringan Internet Petugas Medis Posko Perbatasan Sumbar saat memeriksa kondisi suhu tubuh salah satu pengemudi yang melintasi daerah Pasaman, mereka tetap dituntut profesional meskipun dengan fasilitas terbatas dan akses komunikasi yang nyaris tidak ada.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, meminta pihak layanan provider jaringan seluler agar segera menyediakan fasilitas internet di posko perbatasan daerah itu.

"Berdasarkan hasil pemetaan pihak berwenang, hampir seluruh posko di Sumatera Barat belum terjangkau jaringan fisik FTTH, sehingga layanan fisik internet hanya bisa dijangkau menggunakan signal GSM sehingga membutuhkan kerja cepat dari provider ditunjuk," kata Koordinator Komunikasi Publik pada gugus tugas tersebut, William Hutabarat, di Lubuksikaping, Jumat(03/04).

Menurutnya, ketersediaan jaringan tersebut sangat dibutuhkan segera untuk menunjang kebutuhan sarana komunikasi dan informasi di dua posko perbatasan daerah itu dengan Provinsi Sumatera Utara dan Riau, yang berada dalam koordinat tidak terjangkau jaringan komunikasi.

Padahal, lanjutnya, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, sudah meminta secara resmi dan data koordinat pun sudah dikirimkan ke pihak layanan provider melalui Dinas Komunikasi dan Informatika provinsi itu, yakni PT Telkom Indonesia dan PT Telkomsel Indonesia.

"Dari konfirmasi yang kami terima, pihak PT Telkomsel Indonesia akan membantu menyediakan akses internet, kartu seluler beserta paket datanya namun belum ada realisasi hingga hari ini," sesalnya.

Ia menjelaskan,  sesuai teknis kerja yang berlaku di perusahaan mereka, mekanisme distribusi layanan dan perangkatnya akan dilakukan oleh tim PT Telkomsel Indonesia di lapangan, sehingga pihak gugus tugas hanya bisa menunggu realisasinya karena tidak ada opsi lain yang bisa digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Terkait kondisi terkendalanya jakur komunikasi dan pemberian informasi di posko perbatasan di daerah itu, salah seorang petugas gabungan, Hidayat (39), mengatakan kendala itu memang cukup merepotkan pihaknya.

"Tak jarang kami harus mengutus salah seorang petugas untuk menyampaikan informasi dengan mencari titik lokasi yang bisa menerima jaringan internet seluler, itu artinya yang bersangkutan harus meninggalkan posko," ungkapnya.

Yang paling sulit, tambahnya, adalah terhambatnya komunikasi ke pihak keluarga di rumah yang tentu juga menjadi beban pikiran tersendiri bagi petugas di lapangan.

"Kami dituntut bekerja maksimal dalam misi kemanusiaan ini, sementara ada tekanan manusiawi bagi kami karena mengkhawatirkan keluarga di rumah dalam situasi seperti ini," ucapnya.

Pantauan Harianhaluan.com, terbatasnya jaringan internet di kawasan perbatasan juga berimbas kepada sulitnya menegakkan standar protokol pencegahan sebaran virus Covid-19.

Sejumlah mahasiswa dan warga lainnya terpaksa harus berkumpul dalam satu kelompok secara tidak sengaja karena ingin mendapatkan jaringan internet seluler yang tidak tersedia merata di kawasan tersebut. (*)

Reporter : Rully /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]