Terkait Penolakan RSUD Pariaman Jadi RS Rujukan Corona, Ini Kata Wali Kota


Jumat, 03 April 2020 - 18:13:25 WIB
Terkait Penolakan RSUD Pariaman Jadi RS Rujukan Corona, Ini Kata Wali Kota Tangkapan layar jumpa pers online dengan Wali Kota Pariaman.

PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Wali Kota Pariaman, Genius Umar mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan upaya pendekatan terhadap masyarakat terkait adanya penolakan RSUD Pariaman dijadikan sebagai RS Rujukan Corona. Dia bahkan memberi jaminan keamanan kepada masyarakat agar legowo membiarkan RS itu menjadi tempat perawatan PDP Corona. 

"Rumah Sakit itu adalah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov). Jadi, sebagai pemerintah daerah, kita harus sosialisasi kepada masyarakat sekaligus meyakinkan mereka karena dengan protokol penanganan Covid-19 yang ada, keberadaannya tidak mengganggu. Kita bisa beri jaminan keamanan kepada masyarakat," kata Genius dalam jumpa pers online bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Barat, Jumat (3/4/2020) sore.

Baca Juga : Beribadah Saat Pandemi, Pemkab Agam Imbau Masyarakat Waspada Penyebaran Covid-19

Selain itu, Wali Kota menyebut, untuk pelayanan kesehatan masyarakat lainnya akan dialihkan sementara ke RS Sadikin. "Jadi, pelayanan masyarakat tetap bisa dilakukan meski wabah corona melanda," sebutnya. 

Sementara, pihak Pemko Pariaman untuk terus meminta masyarakat yang masuk dalam ODP untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Ditambah lagi dengan anjuran untuk menyemprotkan desinfektan di lingkungan rumah serta gerakan-gerakan lainya untuk menangkal virus berbahaya ini. 

Baca Juga : Penyaluran BST Kemensos Hari Ketiga, Rp467 Juta Lebih Dikucurkan ke 779 Warga

"Kita juga ada gerakan cuci tangan massal, kemudian menggalakkan budaya cuci tangan dan menutup sejumlah objek wisata di Pariaman walaupun kondisinya open space," papar Genius. 

Tidak hanya itu, Wali Kota juga mendata ada sekitar 1313 perantau yang datang dari Jakarta, Bandung, Medan, Malaysia dan daerah yang terjangkit lainnya selama seminggu belakangan. Para perantau ini langsung diminta melakukan isolasi di rumah masing-masing selama 14 hari untuk mencegah perkembangan virus ini. 

Baca Juga : Pasar Kuliner Padang Panjang Lebih Representatif dengan Tenda Baru

"Begitu juga dengan penanganan salah seorang warga yang sudah dinyatakan positif serta dua dokter dan dua perawat yang diisolasi. Tim dari Covid-19 Pariaman sudah melakukan SOP penanganan Corona untuk mereka," tutup Genius. (*)

Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]