Keren! Cegah Corona, Staf PNP Ciptakan Alat Tempat Cuci Tangan Tanpa Sentuh Kran Air


Jumat, 03 April 2020 - 20:04:24 WIB
Keren! Cegah Corona, Staf PNP Ciptakan Alat Tempat Cuci Tangan Tanpa Sentuh Kran Air Kran pencuci tangan tanpa menyentuh yang diciptakan Staf PNP.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Banyak cara dilakukan masyarakat saat sekarang ini demi terhindar dari infeksi virus corona. Salah satunya dengan cara rajin mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer. Namun, di tengah-tengah anjuran tersebut terdapat kendala yang mungkin dianggap sepele oleh sebagian orang.

Yaitu, mencuci tangan dengan tetap menyentuh permukaan kran. Sedangkan, virus corona dapat bertahan hidup di benda mati sekalipun. Siapa yang menyangka seorang sopir menemukan ide brilian untuk menciptakan sebuah alat pencuci tangan tanpa menyentuh permukaan kran air. Salbendri, pria paruh baya yang menemukan ide menarik tersebut menuturkan ide yang ia dapatkan berasal dari anjuran Direktur Politeknik Negeri Padang.

"Pak direktur mengatakan bagaimana kalau kita membuat wastafel di tengah wabah corona ini. Nah, saya cari-cari ide dan ketemu wastafel tanpa menyentuh kran ini," katanya saat dihubungi Harianhaluan.com, Jumat (3/4) malam. 

Awalnya, Salbendri mengaku kesulitan untuk menemukan ide untuk membuat wastafel tersebut. Namun, pada akhirnya ia menemukan ide membuat wastafel dengan menggunakan barang-barang bekas. Uniknya, dalam pembuatan wastafel tanpa menyentuh kran tersebut menggunakan barang-barang bekas seperti kran dispenser bekas, tali kopleng sepeda motor hingga pedal rem bekas mobil.

"Mencoba barang-barang bekas seperi krannya dari kran dispenser bekas, saya coba bikin kasarnya. Saya kasih tali kompleng sepeda motor, pedalnya saya pakai pedal rem bekas mobil, saya ikat talinya ke sana dan jadilah seperti itu," ungkapnya sambil tertawa.

Menurutnya di tengah wabah corona yang mengkhawatirkan ini seharusnya masyarakat mencuci tangan tanpa menyentuh kran air. Karena sesudah mencuci tangan kemungkinan besar dengan menyentuh kran air virus akan menempel di tangan. "Kan di mana-mana sekarang sudah ada tempat cuci tangan dan sabunnya tapi tetap dipegang kn seharusnya tidak. Makanya kita punya ide ini," ujarnya.

Pembuatan wastafel tersebut hanya membutuhkan barang-barang bekas dan membutuhkan waktu untuk perakitan sekitar 3 jam saja. "Bikinnya sebentar saja ga sampai satu hari tapi hanya untuk ide yg lama," terangnya.

Wastafel yang berfungsi dengan diinjak pedalnya tersebut juga menggunakan corong minyak untuk mengalirkan air pencuci tangan ke pembuangan.
Pada penemuannya yang pertama tersebut, Salbendri mengungkapkan masih menggunakan kran yang dibantu dengan tenaga listrik sebagai sumber airnya.

Namun, penemuan tersebut akan kembali ditinjau ulang dan rencananya ia akan menggunakan galon dengan menempatkannya lebih tinggi daripada posisi wastafel. "Kata pak direktur apresiasi penemuan ini, ya harapan saya kalau bisa bermanfaat bagi orang banyak dengan hanya menggunakan barang rongsokan," harapnya.

Ia juga menganjurkan masyarakat agar memberdayakan barang bekas di sekitar rumah untuk dibuat menjadi wastafel tersebut. Karena akan mengurangi memegang benda sehingga bisa terhindar dari virus yang berasal dari Wuhan tersebut. (*)

Reporter : Yeyen /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 16 Oktober 2019 - 17:12:05 WIB

    Wah Keren!! Bendi Online Padang Akan Diaktifkan Lagi

    Wah Keren!! Bendi Online Padang Akan Diaktifkan Lagi PADANG, HARIANHALUAN,COM - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Padang berencana akan kembali mengaktifkan bendi online. Namun kali ini bendi online tidak akan mempunyai aplikasi tersendiri, melainkan bergabung de.
  • Kamis, 15 Juni 2017 - 11:41:52 WIB

    Keren! Iklan Rokok Diturunkan, Kota Padang Siap Merugi Rp4 Miliar

    Keren! Iklan Rokok Diturunkan, Kota Padang Siap Merugi Rp4 Miliar PADANG, HARIANHALUAN.COM — Pemko Padang siap kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berkisar Rp3 miliar hingga Rp4 miliar per tahun dari iklan/reklame rokok. Pasalnya, Pemko Padang berkomitmen bebas iklan rokok mulai mulai.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]