Mulai Jenuh di Rumah Gegara Corona? Pehobi di Pasaman Ajak Masyarakat Bikin Bonsai


Sabtu, 04 April 2020 - 10:28:18 WIB
Mulai Jenuh di Rumah Gegara Corona? Pehobi di Pasaman Ajak Masyarakat Bikin Bonsai Salah seorang pehobi bonsai tampak menjadikan bibit pohon kelapa sebagai media karyanya, para ahli meyakini kegiatan membonsai mampu menghilangkan stress dan dapat dijadikan usaha rumahan untuk menambah penghasilan keluarga. (Foto dok Harianhaluan.com)

PASAMAN,HARIANHALUAN.COM - Penggiat dari Komunitas Bonsai Pasaman, H Antoni Rahmat MH, mengajak masyarakat di daerah itu turut berkreasi membuat bonsai sebagai salah satu upaya mengatasi kejenuhan selama menjalankan protokol pembatasan sosial di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Menurut para ahli, kondisi pikiran yang tertekan bisa memicu melemahnya kondisi fisik tubuh dalam suasana gerak yang terbatas, dengan membonsai pikiran bisa lebih tenang dan fokus kerja otak tetap terlatih," ungkapnya di Lubuksikaping, Sabtu(04/04).

Untuk bahan belajar bagi pemula, lanjutnya, bisa diperoleh dengan mudah di daerah itu, salah satunya seperti bibit pohon kelapa serta  bibit pepohonan atau buah-buahan jenis tanaman keras lainnya.

Untuk teknik membuat bonsai tersebut, menurutnya para pemula bisa mengakses memanfaatkan aplikasi mesin pencari yang biasanya sudah tersedia dalam perangkat telepon seluler masing-masing.

"Setidaknya kita bisa menjeda sesaat untuk mendapatkan informasi yang serius seperti informasi wabah corona atau bentuk informasi lain yang menyita pemikiran," ujarnya.

Ia mengungkapkan, dalam menjalankan hobinya tersebut ia biasa menghabiskan waktu selama 2 sampai 3 jam perhari, sebagai bentuk relaksasi tanpa harus keluar rumah sehingga bisa mengurangi tingkat risiko terpapar virus Covid-19.

"Waspada perlu tapi bukan berarti harus panik, cukup ikuti anjuran pemerintah tentang standar protokol pencegahan penyebaran virus Covid-19, tanpa harus merasa terkungkung karena intensitas kegiatan menurun dan gerak tubuh berkurang," ajaknya.

Terkait kegiatan pemantauan penyebaran virus Covid-19 di daerah itu, Koordinator Komunikasi Publik Gugus Tugas Penyebaran Covid-19 Pasaman, William Hutabarat, menjelaskan hingga saat ini masih terjadi turun naik jumlah kasus notifikasi.

"Berdasarkan penghimpunan data pematauan hingga pagi ini tercatat sebanyak 1235 jiwa kasus Notifikasi dengan status Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 68 jiwa," ungkapnya.

Terkait jumlah status Pasien Dalam Pemantauan (PDP), tambahnya, hingga saat ini masih dua orang dan sudah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Ahmad Mukhtar (RSAM) Bukittinggi sebagai rumah sakit rujukan. 

"Sementara untuk kasus yang sudah selesai ditangani meliputi 436 jiwa kasus notifikasi dan 48 kasus ODP," sebutnya.

Pantauan Harianhaluan.com, meskipun sudah dilakukan imbauan dan ajakan oleh pihak berwenang, namun masih ditemukan warga yang berkumpul dalam jumlah banyak dengan beragam alasan.

Jika dibiarkan terus terjadi, tidak menutup kemungkinan akan memicu peningkatan risiko terpapar virus Covid-19 seiring mulai berdatangannya para perantau yang memilih mudik lebih awal.(*)

loading...
Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]