MUI: Menolak Pemakaman Jenazah Pasien Corona Dosanya Berlipat Ganda


Sabtu, 04 April 2020 - 14:10:30 WIB
MUI: Menolak Pemakaman Jenazah Pasien Corona Dosanya Berlipat Ganda Ilustrasi pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. Antara/Muhammad Adimaja

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Majelis Ulama Indonesia menyatakan menolak pemakaman jenazah pasien Corona atau Covid-19 adalah perbuatan dosa. Menurut MUI, orang yang menolak pemakaman melakukan dosa dua kali.

“Yang pertama tidak menunaikan kewajiban atas jenazah,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam, dikutip dari Tempo, Sabtu (4/4/2020). Yang kedua, berdosa menghalang-halangi penunaian kewajiban atas hak jenazah.

Asrorun mengatakan kewaspadaan memang penting, tapi masyarakat juga perlu memahami pemakaman jenazah Covid-19 secara sains maupun agama. “Jangan sampai masyarakat khawatir berlebihan," tambahnya.

Pengurusan jenazah pasien Corona telah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan World Health Organization. Protokol pemakaman standar WHO, kata dia, bisa disesuaikan dengan syariat agama Islam.

Misalnya untuk memandikan jenazah, dapat dilakukan tanpa membuka pakaian jenazah. Prosedur memandikan jenazah juga bisa dilakukan dengan tayamum. “Kalau tidak mungkin juga, maka dimungkinkan langsung dikafankan," ujarnya.

Proses pengkafanan juga dilakukan dengan prosedur khusus yaitu dengan dibungkus plastik dan dimasukan ke dalam peti.

Sebelumnya, sejumlah jenazah pasien Corona atau Covid-19 di berbagai tempat, ditolak tetangga. Di Makassar dan Gowa, sudah empat kali terjadi penolakan pemakaman jenazah. Penolakan juga terjadi di Banyumas Jawa Tengah dan di Sidoarjo, Jawa Timur. Di Banyumas, warga desa sempat menghadang ambulans pembawa jenazah untuk tidak memakamkan pasien itu di desa mereka. (*)

Editor : Milna | Sumber : Tempo
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]