Diskon dan Gratis Listrik saat Corona, Bagaimana Dampaknya ke PLN?


Sabtu, 04 April 2020 - 15:30:13 WIB
Diskon dan Gratis Listrik saat Corona, Bagaimana Dampaknya ke PLN? PLN berhasil menuntaskan pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kiloVolt (kV) yang dijadikan backbone kelistrikan di Sumatera (sumber: PLN)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Anggota Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK Achsanul Qosasi memperkirakan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN bakal mencatat kehilangan pendapatan yang tak sedikit akibat kebijakan pelonggaran pembayaran listrik untuk pelanggan berdaya 450 VA dan 900 VA. 

"Hitungan tersebut berdasarkan rata-rata atas subsidi tahun 2018, sebab untuk 2019 masih dihitung. Bisa jadi jumlah pemakaiannya naik dalam dua tahun," ujar Achsanul dikutip dari Tempo, Sabtu (4/4/2020).

Oleh karena itu, Achsanul menyebut langkah pemerintah menganggarkan subsidi sebesar Rp 7,8 triliun untuk menambal kekurangan penerimaan itu tergolong wajar. Meski demikian, lembaganya tetap akan memantau adanya potensi selisih antara dana yang dianggarkan dan kehilangan penerimaan yang mesti dibayarkan kepada PLN.

"Khusus subsidi ini, tidak mungkin pemerintah bisa mengambil celah selisih untuk manipulasi anggaran, karena jumlah tersebut baru dibayar setelah diperiksa dan dihitung BPK-RI berdasarkan rumusan subsidi yang telah ditetapkan," tutur Achsanul. Nantinya, BPK, PLN, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Kementerian Keuangan bakal membuat kesepakatan mengenai hal tersebut.

Berdasarkan hitungan Achsanul, PLN bakal kehilangan penerimaan sebesar hampir Rp 3 triliun dari pelanggan listrik berdaya 450 VA yang jumlahnya mencapai 24 juta pengguna. Asumsinya, setiap bulan perusahaan setrum mengantongi rata-rata Rp 960 miliar per bulan.

Adapun dengan adanya diskon 50 persen untuk pelanggan listrik berdaya 900 VA yang berjumlah 7 juta pengguna, PLN diperkirakan kehilangan pendapatan sekitar 2,1 triliun dalam tiga bulan. Asumsinya, penerimaan PLN adalah Rp 200 ribu per pelanggan per bulan, sehingga diskon itu membuat PLN kehilangan Rp 700 miliar per bulan.

Dengan demikian, selama tiga bulan, Achsanul memperkirakan perusahaan setrum negara bakal kehilangan penerimaan sekitar Rp 5,1 triliun. Adapun anggaran subsidi listrik yang dialokasikan pemerintah sebesar Rp 7,8 triliun. Sehingga, ada potensi selisih dari anggaran tersebut.

Achsanul memaklumi adanya selisih dalam anggaran itu adalah untuk mengantisipasi adanya potensi penurunan yang di luar kalkulasi, serta penurunan penerimaan perseroan karena pabrik berhenti beroperasi dan lainnya. Sehingga, akan ada kelonggaran yang akan tetap dihitung oleh BPK dalam perhitungan subsidi.

"Jadi subsidi itu dianggarkan, tapi karena ketidakpastian jumlah cukup tinggi, maka tidak apa-apa menganggarkan sebesar itu. Toh uangnya belum keluar," kata Achsanul.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pemerintah akan menggratiskan pembayaran listrik untuk 24 juta pelanggan 450 VA selama tiga bulan. Kebijakan itu merupakan rangkaian stimulus yang disiapkan pemerintah untuk penanganan wabah virus Corona. "Yaitu berlaku mulai April hingga Juni 2020," kata Jokowi di Istana Bogor.

Keringanan pembayaran juga berlaku untuk pelanggan listrik 900 VA. Jokowi melanjutkan, untuk pelanggan yang jumlahnya sekitar 7 juta orang ini, pemerintah akan memberikan diskon 50 persen. Bantuan tersebut diberikan untuk periode waktu yang sama, yakni mulai April hingga Juni.

Sementara itu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebelumnya optimistis kondisi keuangan PLN akan tetap sehat meskipun ada program penggratisan tarif listrik untuk jutaan pelanggan tersebut. 

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengakui, pasti ada dampak terhadap arus kas PLN akibat kebijakan stimulus keringanan pembayaran tarif listrik tersebut. Namun, kementerian sudah mengantisipasi dan memastikan agar PLN tak rugi dan keuangan PLN tetap sehat.

"Kami sudah antisipasi. Jadi yang Rp 3,5 triliun pada saatnya dialokasikan untuk penambahan subsidi kedua golongan ini (450 VA dan 900 VA bersubsidi)," ujar Rida dalam video conference, Rabu 1 April 2020.

PLN, kata Rida, mungkin hanya mengalami penundaan penerimaan cash keuangan untuk tagihan Maret. Penggantinya nanti dari alokasi APBN sebesar Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,5 triliun selama tiga bulan ini. "Jadi dananya sudah ada. PLN enggak rugi, hanya mungkin ada sedikit perlambatan pembayaran," kata dia. (*)

 Sumber : Tempo /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 18 Mei 2020 - 17:30:06 WIB

    Asyik! Tarif Listrik Gratis & Diskon Diperpanjang hingga September

    Asyik! Tarif Listrik Gratis & Diskon Diperpanjang hingga September HARIANHALUAN.COM -- Program listrik gratis dan diskon tarif hingga 50% untuk pelanggan yang listriknya masih disubsidi, diperpanjang 3 bulan dan berlaku sampai September 2020..
  • Senin, 04 Mei 2020 - 21:31:54 WIB

    Hore! Ada Diskon BBM 30% dari Pertamina

    Hore! Ada Diskon BBM 30% dari Pertamina JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - PT Pertamina (Persero) memberikan diskon berupa cashback 30% atau maksimal Rp 20.000 selama Ramadhan. Cashback ini berlaku untuk pembelian BBM Pertamax Series (Pertamax dan Pertamax Turbi) dan Dex .
  • Jumat, 24 April 2020 - 12:57:42 WIB

    Erajaya dan Tokopedia Tebar Diskon Gadget, Hanya 3 Hari

    Erajaya dan Tokopedia Tebar Diskon Gadget, Hanya 3 Hari JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Erajaya Group, melalui eraspace.com bersama Tokopedia meluncurkan program kolaborasi terbarunya bertajuk "Erapedia"..
  • Selasa, 14 April 2020 - 21:11:54 WIB

    Ahok Beri Diskon 50 Persen untuk Ojol yang Beli BBM Nonsubsidi

    Ahok Beri Diskon 50 Persen untuk Ojol yang Beli BBM Nonsubsidi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kabar gembira bagi para pengemudi ojek online (ojol) Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) , Basuki Tjahja Purnama atau Ahok mengumumkan pemberian diskon atau promo cashback sebesar 50 persen untu.
  • Sabtu, 04 April 2020 - 13:12:06 WIB

    DPR Minta Erick Thohir Beri Diskon Listrik ke Pelanggan 1.300 VA

    DPR Minta Erick Thohir Beri Diskon Listrik ke Pelanggan 1.300 VA JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk memperluas keringanan tarif listrik selama masa pandemi corona (covid-19) di Indones.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]