Duh, Kuku Panjang Ternyata Bisa Mempermudah Penularan Corona


Sabtu, 04 April 2020 - 16:01:32 WIB
Duh, Kuku Panjang Ternyata Bisa Mempermudah Penularan Corona Ilustrasi kuku.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, kita dianjurkan agar sering mencuci tangan dengan benar, dan rasanya hampir semua orang melakukan hal itu.

Namun, sudahkah kita memerhatikan kuku?

Dilansir dari Kompas.com, Sabtu (4/4/2020), seorang suster dari Australia menuliskan lewat laman Facebook-nya, kuku-kuku yang panjang bisa membuat penyebaran virus corona berlangsung lebih cepat.

Alasannya, karena kuku bisa menjadi sarang kuman, bakteri, bahkan virus.

Maka, disarankan untuk menjaga kuku-kuku, terutama kuku jari tangan agar tetap pendek. Menurut dia, cobalah menempelkan dua ujung jari secara berhadapan.

Jika yang dirasakan adalah pertemuan kuku alih-alih daging jari, artinya kuku sudah terlalu panjang, dan perlu segera dipotong.

"Jika kita tidak bisa menggosok ujung-ujung jarimu ke telapak tangan satunya lagi, maka proses mencuci tangan pun belum benar-benar bersih, tak peduli seberapa lama kita mencuci tangan."

"Jadi, tolong, setidaknya selama pandemi ini, pastikan kukumu tetap pendek," tulis dia.

Mengenai saran suster tersebut, Dr. Neha Pathak, menjelaskan mengapa orang-orang perlu menjaga kebersihan kuku selama masa pandemi.

Dr. Neha Pathak adalah Editor Medis WebMD sekaligus dokter perawatan primer tersertifikasi yang fokus pada pengobatan internal dan gaya hidup.

Memang, kata Pathak, kuku bisa menjadi sarang kuman dan semakin panjang kuku akan memfasilitasi penyebaran virus.

Namun, belum diketahui apakah virus corona bisa hidup di kulit atau kuku.

"Penting untuk diingat bahwa kita masih terus mempelajari banyak hal tentang virus ini karena kita baru saja mengetahuinya selama sekitar empat bulan terakhir," kata Pathak kepada Insider.

Pathak merekomendasikan agar kuku tetap pendek dan panjangnya tidak melebihi ujung jari.

Mengenai saran suster tersebut, Dr. Neha Pathak, menjelaskan mengapa orang-orang perlu menjaga kebersihan kuku selama masa pandemi.

Dr. Neha Pathak adalah Editor Medis WebMD sekaligus dokter perawatan primer tersertifikasi yang fokus pada pengobatan internal dan gaya hidup.

Memang, kata Pathak, kuku bisa menjadi sarang kuman dan semakin panjang kuku akan memfasilitasi penyebaran virus.

Namun, belum diketahui apakah virus corona bisa hidup di kulit atau kuku.

"Penting untuk diingat bahwa kita masih terus mempelajari banyak hal tentang virus ini karena kita baru saja mengetahuinya selama sekitar empat bulan terakhir," kata Pathak kepada Insider.

Pathak merekomendasikan agar kuku tetap pendek dan panjangnya tidak melebihi ujung jari.

Ia juga menyebut rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) kepada para pekerja kesehatan untuk selalu memotong kuku.

CDC, tambah dia, juga merekomendasikan agar para pekerja kesehatan tidak menggunakan kuku palsu.

Alasannya, kuman bisa saja hidup di sela-sela retakan kuku palsu bahkan setelah tangan dicuci.

"Penting untuk memerhatikan apakah kita sudah membersihkan tangan dengan baik, termasuk bagian kuku-kuku jarinya," ujar dia. (*)

 Sumber : Kompas.com /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 04 Februari 2020 - 21:48:52 WIB

    Duh,Timor Leste Minta  Indonesia Karantina Warganya dari China

    Duh,Timor Leste Minta  Indonesia Karantina Warganya dari China JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-- Timor Leste mengaku tak memiliki fasilitas dan alat kelengkapan diri (AKD) menghadapi ancaman virus korona, karena itu Pemerintah Timor Leste meminta bantuan Indonesia untuk mengevakuasi dan mengar.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]