Kapolres Imbau Warga Korban Banjir Tetap Jalankan Protokol Cegah Corona


Ahad, 05 April 2020 - 14:05:22 WIB
Kapolres Imbau Warga Korban Banjir Tetap Jalankan Protokol Cegah Corona Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya. Ist

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Polisi Resor (Kapolres) Pasaman, AKBP Hendri Yahya, mengimbau warga korban banjir di Kecamatan Rao Utara, tetap menjalankan standar protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus pandemi Covid-19.

"Saya sudah memerintahkan jajaran untuk segera bergerak membantu masyarakat dan dari laporan terakhir yang saya terima, banjir sudah mulai surut petugas bersama stakeholder lain sedang mengupayakan mengalirkan genangan ke tempat lain," ungkapnya, Minggu (5/4/2020).

Selain itu, lanjutnya, ia juga memerintahkan kepada petugas dilapangan guna memastikan standar protokol kesehatan Covid-19 tetap dijalankan oleh masyarakat dan terus melakukan imbauan-imbauan agar tidak meninggalkan rumah dan berkumpul di satu tempat secara bersama-sama dalam jumlah yang banyak.

Ia menjelaskan, dari total lahan seluas 4O hektare lebih yang terdampak banjir, hampir dipastikan setengahnya sudah tidak bisa terselamatkan lagi.

Ia berharap, masyarakat yang terkena dampak bencana dan harus mengalami kerugian akibat gagal panen bisa bersabar dan tetap berserah diri.

"Kami turut berduka atas musibah yang menimpa dan meminta masyarakat tetap tabah karena ini murni bencana yang diberikan sebagai ujian oleh Tuhan Yang Maha Esa bagi kita semua," ungkapnya.

Sementara itu,salah seorang warga setempat, Ilham, mengungkapkan dengan kondisi lahan yang siap panen, dikhawatirkan akan memicu kesulitan ekonomi bagi warga terdampak banjir, mengingat suasana kepanikan pandemi wabah corona dan akan memasuki bulan suci ramadhan.

Ia menjelaskan, kondisi ini sebenarnya bukan hal baru yang dialami masyarakat daerah itu karena keberadaan lahan pertanian yang berada cukup dekat dengan aliran sungai cukup besar.

"Tapi entah mengapa sepertinya kondisi sungai yang butuh dinormalisasi seakan tidak terlihat oleh pihak pemerintah, padahal lebih 90 persen masyarakat di dua kenagarian ini menggantungkan hidup dari hasil lahan pertanian," sesalnya.

Ia bersama warga lainnya berharap ada uluran bantuan bagi warga terdampak banjir karena harus menanam kembali lahan mereka yang sudah rusak dan memerlukan biaya cukup besar ditengah kesulitan masif yang terjadi saat ini.

"Panen gagal dan wabah corona mengintai, ini benar-benar cobaan yang luar biasa bagi kami, semoga ada perhatian dari pihak terkait dengan kondisi kami ini," harapnya.

Puluhan hektar sawah di Jorong Lubuk Hijau, Nagari Langung, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, terancam gagal panen usai dihantam banjir luapan sungai Batang Asik, Minggu (5/4) dini hari.

Petani setempat harus menelan kerugian hingga ratusan juta akibat tanaman padi berusia tua itu hanyut terbawa derasnya arus air. Ketinggian air rata-rata mencapai satu meter, bahkan lebih. (*)

Reporter : Rully /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]