Terimbas Corona, Omzet Pedagang Makanan di Pasbar Anjlok


Ahad, 05 April 2020 - 16:44:04 WIB
Terimbas Corona, Omzet Pedagang Makanan di Pasbar Anjlok Sejumlah warga Pasaman sedang sarapan pagi di salah satu warung lontong.

PASAMAN BARAT HARIAN HALUAN.COM -- Virus Corona atau yang biasa disebut Virus Covid-19 ternyata tak cuma mengancam nyawa, tetapi juga mengancam pendapatan ekonomi masyarakat yang berjualan makanan dan minuman disekitar Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat.

Hal tersebut disampaikan beberapa pedangang makanan yang setiap harinya menjual berbagai makanan (Sarapan pagi) seperti, Nasi goreng, lontong, sate, pical dan lainnya mengingat jauhnya merosot omzet penjualan mereka dibanding sebelum adanya wabah virus covid 19 yang saat ini santer dibicarakan.

Salah seorang pedagang makanan sarapan pagi, Elfida Yanti yang merupakan seorang pedagang makanan di kawasan BNNK Pasbar dan Ibnu Sina (Yarsi) Simpang Empat kepada Harianhaluan.com Minggu (5/4/2020) mengatakan, pendapatannya turun sekitar 75% dari biasanya semenjak merebaknya virus covid-19.

"Semenjak merebaknya Covid-19 ini, pendapatan saya turun drastis, biasanya saya bisa bawa pulang uang sekitar 150 ribu perhari, sekarang hanya berkisar sekitar 30-50 ribu rupiah perhari," ujarnya.

Ia menerangkan, selama ini para pembeli yang makan dan sarapan diwarungnya rata-rata adalah para Pegawai Negri Sipil (PNS) dan para pengunjung yang akan melihat keluarganya yang dirawat di RS. Yarsi.

"Biasanya banyak PNS yang berbelanja kesini, tapi semenjak adanya Covid-19 ini, mereka lebih memilih membawa bekal makan dari rumah dan pengunjung rumah Sakit Ibnu Sina juga tidak banyak, karena semenjak Covid-19 ini, pihak rumah sakit sudah melarang dan menutup jam bezuk," terangnya

Hal yang sama juga disamapaikan oleh Dewi yang didampingi para pedagang lainnya, bahwa Semenjak Covid-19 ini merebak, dirinya sering mengalami kerugian dan kadang kali terpaksa harus menutup warungnya.

"Semenjak adanya covid 19 yang telah menjangkit beberapa Negara didunia belakangan ini, Jangankan untuk mencari untung, untuk balik modal saja sekarang susah," ujar Dewi.

Ia juga mengungkap kan, dalam keadaan Covid-19 yang semakin mencekam di daerah Pasaman Barat, maupun di Indonesia dan juga Dunia ini, dirinya terpaksa tetap berjualan karena ia tidak mempunyai mata pencarin yang lain untuk menutupi kebutuhan keluarganya selain usaha yang telah digelutinya puluhan tahun yang lalu itu.

Dewi berharap, semoga keadaan ini segera berlalu dan jangan sampai Pemerintah melakukan tindakan Lock Down, karena kalau itu terjadi, ia dan para pedagang lainnya tidak tau harus bagaimana lagi, karena menjadi pedagang merupakan satu-satunya sumber pendapatan dan mata pencaharian mereka.

"Kalau Lock Down juga di berlakulan di Pasbar, kami dan anak-anak kami tidak tau lagi mau makan apa, karena dengan kondisi yang sekarang aja kami sudah susah apalagi sampai Lock Down diberlakukan," pungkas Dewi. (*)

Reporter : Fadli | Editor : Milna
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]