INDEF: Komunikasi Jokowi dan Terawan 'Belepotan' soal Corona


Ahad, 05 April 2020 - 20:57:06 WIB
INDEF: Komunikasi Jokowi dan Terawan 'Belepotan' soal Corona Presiden Joko Widodo

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) melakukan survei terhadap masyarakat terkait kinerja pemerintah dalam menangani virus corona (COVID-19).

Survei ini menggunakan data analyst yang dikumpulkan dari Twitter yang membicarakan virus corona sebanyak 145.000 orang dan 6 portal berita online terbesar. Data tersebut diamati sejak Januari-Maret 2020.

Baca Juga : Berikan Teladan kepada Masyarakat, Jubir Pastikan Jokowi-Ma'ruf Beserta Seluruh Menteri Tak Akan Mudik

Hasilnya, tampak respons negatif dari masyarakat yang tidak puas dengan kinerja pemerintah menangani virus corona. Dari 135.000 orang yang telah disaring, sebesar 66,28% memperlihatkan respons negatif sedangkan respons positif hanya 33,72%.

"Itu sentimen negatif ke pemerintah tinggi sekali sekitar 66,28%. Jadi saran kami pemerintah harus menaikkan sentimen positif dengan cara jujur, transparan, kemudian sungguh-sungguh dan tidak menganggap remeh," kata Didik melalui telekonferensi, Minggu (5/4/2020).

Baca Juga : Usai Badai Seroja, Muncul Danau Baru di Kota Kupang

Didik menjelaskan, alasan masyarakat cenderung tidak puas karena komunikasi antar pemerintah terkait penanganan virus corona sangat buruk. Yang paling banyak mendapatkan sentimen negatif dari masyarakat adalah Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Presiden dan Menkes itu belepotan komunikasinya. Itu hal pertama yang kita lihat dari penelitian ini. Dua orang ini sentimen negatifnya paling tinggi, ini harus diperbaiki," sebutnya.

Baca Juga : Lukai Perasaan Umat Islam, Wamenag: Joseph Paul Zhang Bisa Ganggu Kehidupan Beragama

Selain itu, pemerintah juga dianggap terlalu meremehkan virus corona sejak awal. Sehingga tidak ada persiapan yang matang dalam menangani pandemi ini.

"Ini merupakan hasil bercermin pemerintah karena dari awal sudah bercanda-bercanda. Misalnya 'tidak mungkin Indonesia kena, kalau kena pakai susu kuda liar'. Jadi komunikasi dari jajaran pemerintah tidak bermutu," sebutnya.(*)

Baca Juga : Harapan DPR Soal Reshuffle Kabinet Jilid II: Jokowi Pilih Sosok Inovatif dan Berani

Editor : NOVA | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]