Corona Pulang Ya!


Senin, 06 April 2020 - 09:39:37 WIB
Corona Pulang Ya! Dilla, S.Pd. (Guru SMP Islam Al Ishlah Bukittinggi)

Oleh Dilla, S.Pd. (Guru SMP Islam Al Ishlah Bukittinggi)

Corona  atau covid-19 telah menyapa kita semua penduduk dunia. Mereka adalah pasukan Allah yang diturunkan ke muka bumi untuk menyapa kita.

 

Para manusia, siapa saja itu. Tidak pandang bulu. Kita dipaksa untuk berdiam diri di dalam rumah. Dia menyapa kita yang mungkin lalai selama ini, yang mungkin acuh, dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar.  

 

Bahkan mungkin mengganggap diri sendiri yang paling penting dan meremehkan orang lain? Sebut saja salah satunya kita sebagai orangtua.

 

Ehm...saatnya menguji orang tua mendidik anaknya. Kalau selama ini banyak mengeluh tentang guru, sekarang bagaimana rasanya?

 

Baru beberapa hari, sudah banyak status di medsos tentang repotnya menghadapi anak- anak yang notabene adalah anak kandung sendiri.

 

Kerjaan tak beres, rumah berantakan, anak-anak yang bertengkar, cucian belum dijemur, belum masak siang dan masih banyak keluhan lainnya.

 

Itu baru satu anak yang dihadapi. Bagaimana kalau dua, tiga, empat, anak sekolah dasar yang di asuh? Tidak terbayangkan?

 

Lalu bagaimana dengan guru? Mereka yang setiap hari menghadapi puluhan sampai ratusan anak yang harus di bina dan dididik setiap hari? 

 

Dengan berbagai macam karakter, ulah dan tingkah polah mereka yang sama sekali tidak ada hubungan  darah dan entah anak-anak siapa saja. Yang jelas anak anak kita ayah bunda

 

Pernahkah kita membayangkan, bagaimana repotnya para guru itu harus memberi materi sambil mendiamkan mereka anak-anak kita yang kadang berulah dengan kebosanan dan ketidakfokusan mereka dalam belajar, sehingga mengakibatkan terganggunya teman dan fokus gurunya juga dalam belajar dan mengajar.

 

Pernahkah kita bertanya, bagaimana ya cara mereka guru ini menghadapi anak-anak saya? Saya saja yang hanya satu atau dua orang di rumah hebohnya minta ampun. 

 

Sudah sepatutnyalah kita harus menghargai mereka guru yang tanpa tanda jasa ini, yang selain mengurus keluarga mereka sendiri juga harus meladeni chat nya kita para wali murid.

 

Kadang bertanya dengan nada sumbang dan masih menyalahkan mereka yang sekarang ini harus masih mengajar dan menyusun administrasi dari rumah masing masing.

 

Yah, Covid-19, dia datang untuk menegur dan mengagetkan kita. Bagaimana sangat berarti nya sesuatu atau seseorang yang selama ini mungkin kita anggap sebelah mata saja. Atau kita pandang sepele saja. Namun ketika beban itu di timpakan ke pundak kita, apakah kita sanggup untuk menjalaninya. 

 

Sama, para guru pun mungkin juga tidak akan sanggup jika harus meggantikan peran kita di kantor atau profesi apa sajalah yang kita geluti sekarang ini.

 

Jadi apa yang ingin disampaikan oleh covid ini kepada kita saat ini? Jadilah kita pribadi-pribadi yang saling mengharagai dan saling menopang dan mensupport orang orang di sekeliling kita. Jangan memandang sesuatu dengan angkuh dan menganggap remeh, apa dan siapa saja yang ada di  sekitar kita. Hargailah, dan anggaplah semua mereka itu penting,  sebagaimana kita menganggap penting profesi dan kehidupan kita. Karena kita mempunyai  passion masing-masing. 

 

Nah, sekarang, melalui mahluk yang tak kasat mata ini,  yang di perintahkan oleh Allah untuk menyapa kita. Bagaimana rasanya? Kita di suruh kembali kepada fitrahnya bahwa hidup kita yang utama itu adalah di rumah. Di dalam keluarga-keluarga kita. Karena pada dasarnya kemanapun jauh kita berlayar, tempat berlabuh yang paling tenang itu adalah di rumah kita masing-masing. Dengan semua penghuninya yang telah ditetapkan oleh yang maha kuasa. Dan berharap serta berdoalah bahwa mereka jualah yang akan berkumpul dengan kita di akhirat kelak.

 

Corona datang!  Ternyata banyak memberi pelajaran kepada kita. Pemberlakuan lockdown  secara global memberi waktu kepada kita sebagai  orang tua, bagaimana mendidik anak-anak seutuhnya. Mungkin selama ini kita abai dengan pendidikan agama dan akhlak mereka, kita lalai dalam memperhatikan semua anggota keluarga kita, melatih kesabaran dalam menjalani ini semua. Saling menguatkan dan saling memperhatikan, mungkin selama ini kita sering mengeluh tentang semua hal.

 

Corona  ini menyadarkan kembali fitrah kita sebagai mahluk Tuhan yang paling sempurna. Apakah kita selama ini ada menyadari bagaiman tabiat dan ibadah kita? Sekarang ini kita disuruh untuk instropeksi diri bahwa apakah yang kita kerjakan selama ini sudah di jalannNya?  sesuai dengan perintah dan anjuranNya? Menyadarkan kembali bahwa kita ini adalah mahluk yang kecil yang tak ada apa-apanya di alam semesta ini. Menyadarkan bahwa kematian itu nyata dan sangat dekat dengan kita. Bahkan mahluk yang hanya seukuran nano saja bisa mengubah tatanan dunia. 

 

Bisa mengubah peradaban kehidupan manusia. Bahkan Semua aspek kehidupan. Dia corona yang tak bisa kita lihat, memaksan masjid kosong, memaksa tidak ada lagi tawaf di mekah. Dan memaksa semua semua tempat-tempat maksiat berhenti beroperasi. 

Masihkah kita bisa menyombongkan diri.

Insyaallah pandemi ini akan berlalu, semoga kegiatan dan rutinitas kita bisa berjalan kembali seperti biasa. Tentu dengan jiwa yang baru, jiwa yang sudah dibersihkan oleh Covid ini. Kita  akan jelang ramadhan 2020 kembali dengan senyuman dan berharap serta bertekad akan memperbaiki kualitas ibadah kita lebih baik lagi.

 Editor : DavidR

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]