Miliarder Bill Gates: Angka Kematian Akibat Corona Bisa Ditekan dengan Cara . . . .


Senin, 06 April 2020 - 10:31:04 WIB
Miliarder Bill Gates: Angka Kematian Akibat Corona Bisa Ditekan dengan Cara . . . . Miliarder Bill Gates

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Skenario terburuk pandemi corona di Amerika Serikat (AS) diproyeksikan terjadi beberapa bulan ke depan. Namun, miliarder filantropis Bill Gates menyebutkan, kematian akibat corona bisa ditekan lewat sejumlah tindakan. Apa saja?

Pekan lalu, anggota tim kesehatan Presiden Donald Trump memproyeksikan jumlah kematian di kisaran 100 ribu-240 ribu selama dua bulan ke depan. Apalagi, pandemi itu disebut belum terkendali dan memiliki sifat musiman.

Baca Juga : Islamofobia Terus Menyebar di Eropa, Erdogan: Sama Bahaya dengan Corona!

"Bila kita mempraktikan pembatasan jarak secara benar dan tepat, seharusnya kita bisa menekan angka kematian yang telah diprediksi," kata Gates, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (6/4/2020).

Sampai hari ini, jumlah kasus infeksi corona di AS telah mencapai 336.830, dengan jumlah kematian 9.618 dan 17.977 pasien sembuh. Selain praktik pembatasan jarak, tindakan tes uji corona di juga perlu diperbaiki

Baca Juga : Konflik antara Israel dan Hamas, 67 Tewas di Gaza dan 7 di Israel

"Jika tes (corona) diperbaiki, melibatkan 50 negara bagian, angkanya bisa berada di bawah itu. Namun tentu saja, negara kita akan membayar harga ekonomi yang sangat besar," tambah Gates, dilansir dari Reuters.

Pendiri Microsoft Corp itu telah menyarankan pemerintah untuk melakukan kebijakan karantina nasional (lockdown) demi mengendalikan penyebaran virus COVID-19.

Minggu yang Buruk Bagi AS

Dokter Anthony Fauci dan Ahli Bedah Umum Jerome Adams juga memproyeksikan satu-dua minggu terberat bagi AS jika beban kasus meningkat di sejumlah daerah.

"Ini akan jadi minggu yang buruk, kita harus siap untuk itu," ujar Fauci.

Dalam waktu seminggu atau lebih, kurva virus corona AS akan mulai merata, menurut Fauci. 

Mantan Komisioner Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS, Scott Gottlieb menilai, AS masih kurang malkukan pendekatan langsung terhadap pengembangan vaksis atau perawatan untuk COVID-19. (*)

Editor : Heldi | Sumber : Warta Ekonomi
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]