Harga Cabai Anjlok karena Pasar Sepi Pembeli, Petani di Pesisir Selatan Menjerit


Senin, 06 April 2020 - 18:04:38 WIB
Harga Cabai Anjlok karena Pasar Sepi Pembeli, Petani di Pesisir Selatan Menjerit Ilustrasi

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Para petani dan pedagang cabai di Pesisir Selatan mengeluh akibat anjloknya harga cabai keriting di berbagai pasar tradisional di Kabupaten Pesisir Selatan berkisar Rp 15 ribu sampai dengan Rp 18 ribu per kg.  

"Murahnya harga cabai membuat ekonomi kami semakin terpuruk, terutama para petani harus mengalami kerugian yang cukup besar, bahkan hasil panen yang didapat tidak seimbang dengan pendapatan," kata salah seorang petani cabai Kecamatan Bayang Hermawati, Minggu (5/4).

Baca Juga : Jelang Idul Fitri, Harga Hati Sapi Melonjak di Pasar Tradisional Agam

Keluhan itu cukup beralasan, biaya operasional penggarapan lahan mulai dari bibit sampai panen, para petani harus mengeluarkan biaya yang sangat besar, belum lagi untuk pengadaan obat-obatan dan pupuk tanaman. Dengan kondisi saat ini, jangankan beruntung, namun sebagian para petani ada yang berutang kepada pihak lain untuk kebutuhan keluarga. 

Petani mengharapkan agar harga cabai kembali stabil di pasaran. Salah seorang pedagang di Painan Kabupaten Pesisir Selatan Mirna (52), mengakui, anjloknya harga cabai dipicu pasokan dari petani menumpuk di pasaran, kemudian minat beli masyarakat  berkurang, bahkan kondisi pasar terkesan sepi, akibat virus Corona membuat masyarakat takut berbelanja ke pasar.(*)

Reporter : M Joni | Editor : NOVA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]