BPBD Pasaman Hentikan Sementara Pencarian Korban Hanyut di Koto Nopan


Senin, 06 April 2020 - 19:43:36 WIB
BPBD Pasaman Hentikan Sementara Pencarian Korban Hanyut di Koto Nopan Ilustrasi

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman dan tim dari Badan SAR Nasional (Basarnas) setempat, menghentikan sementara waktu pencarian warga diduga hanyut terbawa arus sungai di Koto Nopan, Kecamatan Rao Utara.

"Kami sudah menerjunkan sebanyak 4 orang personel BPBD dan 5 orang dari Basarnas dilengkapi perahu karet agar koordinat area pencarian bisa diperluas, namun hingga pukul 18.00 WIB hari ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban," kata Kepala BPBD setempat, Ricky Riswandi, di Lubuksikaping, Senin (06/04).

Menurutnya, sesuai standar operasional prosedur yang berlaku dalam pencarian korban hilang atau hanyut, harus dihentikan sementara waktu mengingat kondisi lapangan sudah tidak memungkinkan dilakukan upaya pencarian karena terbatasnya jarak pandang karena suasana sudah mulai gelap.

Kondisi medan yang cukup berat karena derasnya arus sungai, lanjutnya, jadi kendala utama upaya pencarian dan cukup menyulitkan personel gabungan itu untuk mencari korban diduga hanyut terbawa ganasnya arus Batang Tobu.

"Kami belum dapat gambaran sama sekali terkait situasi dan kondisi lapangan saat ini, dari laporan terakhir tim yang diterima posko induk, upaya pencarian akan dilanjutkan besok pagi," jelasnya.

Pihaknya berharap akan ada perkembangan berarti esok hari dan seluruh personel petugas gabungan dan para pihak yang turut membantu upaya pencarian korban tetap fit dan produktif serta mampu menjaga semangat juang dalam menuntaskan misi kemanusiaan yang sedang berlangsung.

Terkait kemungkinan penambahan personel pada pencarian hari ke dua, menurutnya hal itu bisa dilakukan tergantung kondisi lapangan dan meluasnya areal pencarian korban.

"Hingga saat ini kami masih berkoordinasi dengan pihak terkait dan unsur pemerintahan terdepan, karena dalam kondisi siaga menghadapi virus Covid-19 tentu ada beberapa hal yang tetap menjadi perhatian, salah satunya tetap menjalankan standar protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah terkait pencegahan penularannya," ungkap dia.

Salah satunya, tambah dia, adalah dengan tetap memberlakukan larangan untuk berkumpul dalam jumlah banyak serta tetap menjaga jarak aman baik oleh petugas maupun bagi masyarakat setempat.

"Tetap berdoa dan tetap laksanakan anjuran pemerintah, semoga korban dapat ditemukan dan potensi risiko sebaran virus Covid-19 dapat ditekan," imbaunya.

Sebelumnya, salah seorang warga atas nama Budi Kurnia(31), dilaporkan hanyut terbawa arus sungai Batang Lubu, tepatnya di kawasan penyeberangan Aek Godang, Nagari Koto Nopan, Kecamatan Rao Utara.

"Korban dilaporkan hilang sejak Minggu 05 April 2020 pukul 18.00 WIB, dan sudah diupayakan pencarian secara mandiri oleh masyarakat sekitar yang menduga korban hilang terbawa arus sungai yang meluap," ungkap Wali Nagari Koto Nopan, Ahmad Daut, di Koto Nopan Rao Utara, Senin (06/04).(*)
 

Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]