Gegara Corona, Pasar Pabukoan Ditiadakan Tahun Ini di Payakumbuh


Senin, 06 April 2020 - 19:59:24 WIB
Gegara Corona, Pasar Pabukoan Ditiadakan Tahun Ini di Payakumbuh Ilustrasi

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, di bulan Ramadhan tahun 2020 ini, Pemerintah Kota Payakumbuh meniadakan pasar pabukoan, kebijakan ini diambil untuk menindaklanjuti imbauan Kapolri termasuk instruksi Wali Kota Payakumbuh dalam menghadapi wabah Coronavirus Disease-2019 (Covid-19).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh Dahler didampingi Kabid Pasar Arnel saat diwawancara Senin (6/4) mengatakan, meskipun sangat disayangkan, keputusan ini sudah dikonsultasikan dengan Pemko Payakumbuh.

Baca Juga : Stok Melimpah, Harga Cabai Merah di Pasar Raya Padang Turun Drastis

"Pasar pabukoan identik dengan keramaian, orang yang datang berduyun-duyun kesana, pemerintah sudah meniadakan kegiatan keramaian karena dikhawatirkan merebaknya virus Corona," kata Dahler.

Langkah-langkah antisipasi yang diambil pemko selain tidak membuka pasar ternak dan pasar mingguan, termasuk pada tahun ini pasar pabukoan ditiadakan.

Baca Juga : Bos BCA Jamin akan Ganti Dana Nasabah Korban Pembobolan Hacker

Lagi pula, kata Dahler, bila pasa pabukoan dibuka maka hal ini menyangkut beberapa hal, kalaupun ada yang berjualan, belum tentu ada orang membeli, karena sebagaian masyarakat juga tidak mau keluar rumah karena takut dengan bahaya Covid-19.

Sedangkan, kalaupun ada animo masyarakat untuk berbelanja di sana, dikhawatirkan merebaknya penularan Covid-19 di tempat tersebut, pemerintah tidak mau mengambil risiko.

Baca Juga : Tunggu Restu Pemegang Saham, Gojek dan Tokopedia Dikabarkan Segera Merger

"Kalaupun ada yang mau menjual kebutuhan berbuka, masyarakat masih bisa melakukannya di rumahnya atau di tempat usahanya masing-masing, artinya bukan lagi di tempat yang terkonsentrasi seperti pasar pabukoan, bahkan sekarang kan bisa berjualan dengan metode online," katanya.

Pasar pabukoan dilarang atau ditidakan karena temponya hanya berkisar 2 hingga 3 jam, dan memang kalau dibuka maka yang datang akan sangat ramai dan padat karena menjual masakan siap saji, kontak fisik di sana sangat kentara sekali dan frekuensinya sangat berdekatan.

Baca Juga : Harbolnas Jelang Lebaran 2021, Pemerintah Beri Subsidi Ongkir Sebagai Wujud Dukung Perekonomian

Kalau pasar tradisional, kebutuhannya tidak seperti pasar pabukoan, kebutuhannya sepanjang hari dan bahan-bahan mentah yang dijual, masyarakat yang berbelanja pun frekuensinya tidak seperti di pasa pabukoan.

Termasuk pasar pabukoan di kecamatan, walaupun diurus oleh camat dan lurah. Harapan Pemko sama, menghimbau masyarakat untuk mengikuti SOP pencegahan Corona, ditiadakan dulu tahun ini.

Dahler berharap masyarakat bisa maklum dengan kebijakan ini, baik pedagang yang setiap tahun berdagang di pasar pabukoan, maupun warga yang suka berbelanja kebutuhan berbuka saat ramadhannya di sana.

"Semoga saja dengan antisipasi ini dapat menyelamatkan kita dari bahaya Covid-19, kita berharap di Payakumbuh, Sumbar, Indonesia, bahkan di dunia ini masalah virus Corona cepat berlalu dan sebelum masuk puasa kita berikhtiar semoga virus Corona berakhir," terangnya.(*)
 

Reporter : Zulkifli | Editor : NOVA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]