Kabar Gembira! Jerman dan Iran Catat Penurunan Tajam Kematian Corona Sepekan Terakhir


Senin, 06 April 2020 - 20:56:17 WIB
Kabar Gembira! Jerman dan Iran Catat Penurunan Tajam Kematian Corona Sepekan Terakhir Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Jerman mencatat penurunan tajam jumlah kematian harian akibat virus corona (Covid-19). Jerman melaporkan sebanyak 92 kematian baru pada Senin (6/4) yang merupakan angka terendah dalam sepekan terakhir

Selain angka kematian, jumlah infeksi baru juga menunjukkan penurunan yakni 3.677 orang dalam sehari, terkecil sejak 22 Maret.

Baca Juga : Ikuti Langkah AS, Giliran Ceko Usir 18 Diplomat Rusia

Berdasarkan situs pelaporan online Worldometers pada Minggu (5/4) kemarin, Jerman mencatat penambahan jumlah kematian lebih besar, yakni 140 orang dengan penambahan kasus sebesar 4.003.

Secara total, Jerman kini memiliki jumlah infeksi sebanyak 100.132 dan jumlah korban meninggal mencapai 1.584 jiwa.

Baca Juga : Sempat Mengaku Capai Herd Immunity, India Kini Diterjang 'Tsunami' COVID-19

Salah satu jurus Jerman melawan virus adalah dengan melakukan tes corona secara massal dan ekstensif. Jerman rata-rata melakukan 500 ribu tes corona per minggu atau lebih dari 70 ribu tes corona per hari.

Dilansir dari BGR, ahli virus Christian Drosten mengatakan tingkat kematian yang rendah berkorelasi langsung dengan jumlah tes yang dilakukan di Jerman.

Baca Juga : Wah! Berharta Rp291,3 Triliun, Miliuner Bill Hwang Malah Bangkrut dalam 2 Hari

Menurut Christian, walaupun jumlah tes memang sangat besar, tetapi itu adalah cara terbaik untuk mengatasi virus. Peneliti mengatakan bahwa jumlah tes yang tinggi memberi otoritas pemahaman yang lebih baik tentang gambaran virus corona yang lebih besar.

Mereka menyadari setiap kasus virus corona, termasuk yang lebih ringan, menjelaskan perbedaan besar antara Jerman dan negara-negara lain di Eropa dalam tingkat kematian.

Baca Juga : Ini Mobil Pengangkut Jenazah Pangeran Philip, Sudah Dipersiapkan Sejak 2016

Semakin cepat pasien diidentifikasi, semakin cepat mereka mendapatkan terapi dan pengobatan yang telah terbukti efektif di tempat lain.

Diagnosis dini berarti memberikan akses cepat ke tenaga medis. Tetapi diagnosis cepat terutama akan membantu pasien berisiko yang dapat dibantu dan diamati dengan baik sebelum timbulnya gejala. Menemukan kasus virus corona yang mungkin tanpa ada gejala dapat secara signifikan memperlambat penyakit.

Pengujian ekstensif Jerman dapat menyelamatkan banyak nyawa dan secara signifikan mengurangi tingkat transmisi corona. Beberapa negara seperti Korea Selatan, Jepang dan Singapura berhasil menekan penyebaran virus corona.

Di sisi lain, Presiden Institut Robert Koch Lothar Wieler juga mengatakan bahwa tindakan pembatasan di Jerman tampaknya telah memperkecil tingkat infeksi. 16 negara bagian pun telah sepakat untuk mempertahankan pembatasan gerakan sampai setidaknya 19 April.

Sebelumnya, Kanselir Jerman Angela Merkel telah mengisyaratkan bahwa lockdown di Jerman masih akan berlaku hingga setelah Paskah, walaupun kenaikan jumlah kasus diproyeksi menurun ke depan. 


Iran Juga Tunjukkan Tren Penurunan
Pemerintah Iran menyatakan kasus infeksi virus corona mulai mengalami tren penurunan secara bertahap. Meski demikian pemerintah tetap memperingatkan bahwa pandemi penyakit itu belum dapat dikendalikan.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour mengatakan terdapat 2.274 kasus baru Covid-19 hingga jumlahnya mencapai 60.500.

Angka tersebut menunjukkan penurunan selama enam hari berturut-turut setelah mencapai puncaknya sebanyak 3.111 kasus pada 31 Maret.

"Berkat intensifikasi kebijakan menjaga jarak sosial, kami telah melihat penurunan bertahap dan pertambahan kasus baru melambat dalam beberapa hari terakhir," kata Jahanpour seperti dikutip dari AFP, Senin (6/4).
Iran Nyatakan Kasus Infeksi Corona Tunjukkan Tren PenurunanFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Iran juga mencatatkan 136 kematian baru dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian jumlah total korban meninggal akibat corona di Iran mencapai 3.739 jiwa.

Saat ini Iran menjadi negara di Timur Tengah paling terdampak pandemi corona.

Presiden Hassan Rouhani telah mengulangi seruan yang meminta semua orang untuk tinggal di rumah. Dia mengatakan bahwa Iran bisa kembali ke situasi yang sulit jika orang-orang tak mengikuti pedoman.

Pemerintah Iran memberlakukan aturan pembatasan akses yang lebih ketat. Laporan media televisi pemerintah menunjukkan adanya pos-pos pemeriksaan polisi di pintu masuk dan keluar Teheran.

Rouhani pada hari Minggu kemarin mengumumkan bahwa pihak berwenang telah memberikan lampu hijau untuk memulai kembali kegiatan ekonomi tertentu tahap demi tahap pada 11 April.(*) 
 

Editor : NOVA | Sumber : cnnindonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]