Seberapa Ampuh Ventilator Bantu Pasien Corona COVID-19?


Senin, 06 April 2020 - 22:44:13 WIB
Seberapa Ampuh Ventilator Bantu Pasien Corona COVID-19? Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kata ventilator sering disebutkan Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto saat mengabarkan kondisi pasien. Apakah yang dimaksud dengan ventilator?

Ventilator memang merupakan satu alat yang esensial alias penting dalam penanganan para pasien corona COVID-19. Sebabnya, corona COVID-19 yang merupakan penyakit zoonosis, dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pernapasan tubuh.

Baca Juga : Dokter Maxi: Percepatan Vaksinasi Butuh Peran Seluruh Elemen Masyarakat

Gejalanya meliputi kesulitan bernapas, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan radang paru-paru. Bila pasien corona COVID-19 memiliki kondisi kritis, membutuhkan ventilator untuk bisa bertahan hidup dan sembuh.

Ventilator sendiri adalah alat untuk membantu pasien agar bisa bernafas dengan baik dan normal. Sehingga, tubuh pasien bisa mendapatkan waktu yang cukup untuk bisa pulih dari corona COVID-19.

Baca Juga : Sumbar 155 Kasus, Jabar dan DKI Terbanyak Penambahan Positif Covid-19 Sabtu Ini

Mengingat corona COVID-19 menyerang sistem pernapasan atas, inilah kenapa ventilator sangat membantu pasien, dengan masalah pernapasan atau gagal paru-paru. Makanya, ventilator sering dianggap sebagai life support atau penyokong kehidupan, karena membantu pasien bernapas secara mekanis ketika paru-paru mereka, tidak mampu untuk memompa udara yang masuk dan yang keluar.

Dilansir Okezone dari Boldsky, Senin (6/4/2020) seorang pasien dipasangi ventilator, ketika ada akumulasi cairan yang berlebih di alveoli. Cairan berlebih inilah yang menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam tubuh, karena paru-paru tidak lagi efisien untuk membawa oksigen untuk keluar dari tubuh.

Baca Juga : Ini Tips Mencegah Dehidrasi Kulit saat Berpuasa

Selama periode inilah, ventilator digunakan untuk memberikan pernapasan buatan ke tubuh. Lalu bagaimana cara kerja ventilator itu sendiri? Well, tahukah Anda jika ternyata ventilator itu bekerja dengan dua cara.

Pertama secara invasif, yakni sebuah tabung dimasukkan ke dalam batang tenggorok si pasien. Selain itu, bisa dimasukkan pula melalui mulut atau melalui lubang di tenggorokan (trakeostomi).

Baca Juga : Wiku: Peniadaan Mudik untuk Cegah Lonjakan Penularan Covid-19

Melalui ventilasi tekanan positif, kemudian udara didorong ke paru-paru, sambil dihisap kembali melalui ventilasi tekanan negatif. Metode ini memungkinkan proses respirasi dan pergerakan dada.

Sedangkan cara kerja yang kedua ialah secara non-invasif, masker wajah (facemask) atau masker hidung (nasal mask), dipasang pada pasien agar pasien tersebut bisa bernapas.(*)


 

Editor : NOVA | Sumber : okezone
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]