Menlu: Data Kami Ada 907 WNI Jemaah Tablig di LN, Sebagian Besar di India


Selasa, 07 April 2020 - 13:27:13 WIB
Menlu: Data Kami Ada 907 WNI Jemaah Tablig di LN, Sebagian Besar di India Menlu Retno Marsudi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyebut 907 WNI jemaah tablig tercatat berada di luar negeri. Namun Retno mengatakan jumlah pastinya lebih banyak dari data yang dimiliki Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Klaster ketiga adalah klaster jemaah tablig atau JT. Jumlah WNI JT yang saat ini berada di berbagai negara jumlahnya cukup banyak. Yang ada di data Kementerian Luar Negeri terdapat 907 WNI jemaah tablig. Kami yakin jumlahnya pasti lebih banyak dari jumlah yang ada di data kami," kata Retno dalam rapat virtual bersama Komisi I DPR, Selasa (7/4/2020).

Dari data yang tercatat Kemenlu, Retno mengatakan sebagian WNI jemaah tablig berada di India. Mereka terdiri dari 62 kelompok yang tersebar di 12 negara bagian di India.

"Dan sebagian besar di antaranya berada di India. Mereka terdiri dari 62 kelompok dan berada di sekitar 12 negara bagian," ujar Retno.

"Kami juga memperoleh informasi bahwa banyak kasus positif COVID-19 yang menjangkiti jemaah tablig termasuk jemaah tablig dari Indonesia. Kasus WNI terpapar di India dari jemaah tablig berkisar pada angka 10," sebut Retno.

Retno mengatakan telah berkomunikasi dengan Menlu India. Dia menitipkan WNI jemaah tablig yang berada di India untuk dirawat.

"Beberapa hari yang lalu kami mendapatkan informasi bahwa pemerintah India mengambil kebijakan untuk melakukan karantina walaupun ini sampai saat ini belum dilakukan dan juga merawat yang terpapar. Kami juga telah melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri India untuk menyampaikan menitipkan WNI dari jemaah tablig ini untuk keselamatan dan kesehatan mereka," imbuh Retno.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyambut kepulangan jemaah tablig ke Indonesia. Ia meminta jemaah tablig didata secara teliti.

"Menyangkut masalah pekerja migran Indonesia, ABK, dan jemaah tablig, bapak Presiden menetapkan pentingnya kerja sama pusat dan daerah untuk bisa melakukan pendataan yang baik," ujar Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Senin (6/4). (*)


 

 Sumber : detik.com /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 02 Februari 2020 - 20:59:20 WIB

    Singgung Corona, HNW PKS ke Menlu: Pekerja China Dipulangkan Tidak?

    Singgung Corona, HNW PKS ke Menlu: Pekerja China Dipulangkan Tidak? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid mempertanyakan kebinakan pemerintah yang menutup akses sementara bagi pendatang dari China yang hendak masuk ke Indonesia..
  • Rabu, 21 Desember 2016 - 00:15:54 WIB
    POLEMIK PP NO. 59 2016

    Dirjen Kemenlu: Ormas Asing Bergerak di Bidang Pembangunan

    JAKARTA, HALUAN —Pera­turan Pemerintah (PP) Nomor 59 Tahun 2016 tentang organisasi kemasyarakatan (ormas) yang didirikan oleh warga negara asing menuai kontroversi. Banyak pihak menilai adanya PP tentang ormas asing yang d.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]