Tenaga Medis Gugur Gara-gara Pasien Corona Tak Jujur


Rabu, 08 April 2020 - 08:53:19 WIB
Tenaga Medis Gugur Gara-gara Pasien Corona Tak Jujur Ilustrasi

MAKASSAR, HARIANHALUAN - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkapkan ketidakjujuran pasien terkait virus Corona. Sikap tidak terbuka tersebut berimbas pada penularan bahkan berujung maut kepada tenaga medis sebagai garda terdepan yang memerangi Corona.

"Penyakit COVID-19 bukanlah aib, jadi jujurlah biar tidak kena orang lain dan nyawa sendiri selamat karena cepat ditangani," kata Ketua Lembaga Riset IDI, dokter Marhen Hardjo saat berbincang dengan detikcom soal penularan Corona dan kemungkinan penyebab meninggalnya dokter Bernadette, Selasa (7/4/2020).

Marhen mengatakan hingga saat ini sudah ada 31 dokter yang meninggal akibat terpapar COVID-19. Dari 31 orang tersebut, rata-rata dokter yang meninggal tidak semua melalukan kontak langsung dengan pasien positif COVID-19, seperti halnya yang terjadi dengan dokter telinga-hidung-tenggorokan (THT), Bernadette Albertine Francisca di Makassar Sulsel.

"Biasanya pasien yang datang ke dokter kan adalah orang tanpa gejala tetapi membawa virus itu. Seharusnya mereka jujur soal riwayat perjalanan mereka kepada para dokter, atau pernah berkontak dengan pasien COVID-19 sebelumnya," terangnya.

Mahren mengatakan sejumlah pasien yang mengunjungi fasilitas kesehatan belum diiagnosa Corona. Namun minimnya gejala yang ditimbulkan pasien bukan tak mungkin menularkan virus yang disebut berasan dari Wuhan, China itu kepada tenaga medis.

"Mereka datang ke puskesmas atau rumah sakit dengan diagnosa bukan Corona, padahal Corona. Akhirnya dokter kena juga karena ketidakterbukanya pasien," imbuh dia.

Diketahui, dokter telinga-hidung-tenggorokan (THT), Bernadette Albertine Francisca, dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal pada Senin (6/4). Bernadette adalah dokter pertama di Makassar dan Sulsel yang meninggal dengan status PDP Corona.

"Dokter pertama di Sulsel iya dia pertama di Makassar yang berstatus PDP yang meninggal," kata Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat, Halik Malik, saat berbincang dengan detikcom, Senin (6/4/2020).

Halik Malik mengatakan Bernadette sempat menjalani rapid test. Hasil rapid test itu menunjukkan ia positif Corona.

"Sebenarnya dia mau melakukan tes swab tapi sebelum melakukan tes itu, beliau meninggal," ujarnya.

Halik pun mengimbau dan menyarankan sebaiknya dilakukan screening terhadap pasien yang datang berobat untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

"Perlu ada screening singgah sebelum bertemu dengan dokter," ucapnya.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]