Ramayana PHK 87 Karyawan Gara-gara Corona


Rabu, 08 April 2020 - 12:16:03 WIB
Ramayana PHK 87 Karyawan Gara-gara Corona Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali melanda Tanah Air. Kini, giliran PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk yang melakukan PHK atas 87 karyawan tetap di Ramayana City Plaza Depok, Jawa Barat.

Kabar PHK itu awalnya berhembus dari sebuah video yang viral dari akun Twitter @wawat_kurniawan. Video itu berisikan sejumlah karyawan yang berseragam merah muda-abu saling berpelukan dan menangis.

Baca Juga : Sudah 8 Dekade, OCBC NISP Lanjutkan Komitmen untuk Literasi Keuangan

Informasi PHK itu pun dibenarkan oleh Store Manager Ramayana City Plaza Depok M Nukmal Amdar.

"Ada 87 karyawan, yang benar itu. Yang beredar ada ratusan, segala maacam. Yang benar 87 yang kita proses PHK sesuai dengan ketentuan," kata Nukmal kepada detikcom, Rabu (8/4/2020).

Baca Juga : Sehari Jelang Ramadhan, Distributor Pangan Juga Kena Sidak Satgas

Adapun penyebab dari PHK yang dilakukan Ramayana tak lain adalah virus Corona (COVID-19) yang menekan penjualan gerai tersebut.

" Ya sudah tidak mampu menutupi lagi biaya-biaya operasional. Di tengah pandemi ini dengan prediksi sales kita ke depan ya sudah diperhitungkan memang sudah tidak mampu lagi," tegas Nukmal.

Baca Juga : Serai Wangi Padang Pariaman Tembus Pasar Timur Tengah dan Eropa

Ia juga memberikan klarifikasi mengenai video yang beredar di Twitter tersebut. Menurutnya, saat itu para karyawan sedang diberikan sosialiasi mengenai performa perusahaan yang menurun akibat pandemi Corona. Sehingga, manajemen pun mengumumkan PHK atas 87 karyawan.

Adegan berpelukan dan isak tangis karyawan di video tersebut terjadi ketika para karyawan hendak berpisah dengan rekan-rekan kerjanya.

Baca Juga : Aduh, Harga Sembako Merangkak Naik Sehari Jelang Ramadhan

"Ada video beredar, saya mau klarifikasi itu bahwa ada pemberitaan bilang itu tangisan pemecatan massal saya nggak ngerti. Itu mungkin ada oknum yang mengambil kesempatan biar viral. Sebenarnya memang pada saat saya sosialisasi di tanggal 4 April tentang pemaparan performance perusahaan. Artinya memang tidak mampu lagi beroperasional dan menutupi biaya-biaya semuanya. Akhirnya pada saat itu manajemen memutuskan untuk tutup. Itu video mungkin tangisan ya pada saat mereka berpisah, ya perpisahanlah," katanya.(*)

Editor : NOVA | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]