Bangun Optimisme Warga, Polres Pasaman Lakukan Penyemprotan di Kecamatan Simpati


Rabu, 08 April 2020 - 15:45:33 WIB
Bangun Optimisme Warga, Polres Pasaman Lakukan Penyemprotan di Kecamatan Simpati Suasana kegiatan penyemprotan cairan desinfektan oleh petugas unit mobil watercanon Satuan Sabhara Polres Pasaman di kawasan Puskesmas Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Rabu (8/4/2020).

PASAMAN,HARIANHALUAN.COM -- Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pasaman, Sumatera Barat, kembali mengerahkan unit mobil water canon untuk melakukan penyemprotan cairan desinfektan di wilayah Kecamatan Simpati, dipimpin langsung Kapolres setempat, AKBP Hendri Yahya, Rabu siang (8/4/2020).

"Kegiatan ini bertujuan membangun rasa optimisme warga agar selalu bersama-sama berperan aktif melawan penyebaran virus covid-19 atau corona, khususnya didaerah ini yang salah satu warganya sudah positif terinfeksi virus tersebut," kata Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya.

Menurutnya, peran aktif yang paling utama dan wajib dilaksanakan oleh setiap adalah tetap menjalankan standar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Diantaranya, dengan tetap melaksanakan pembatasan jarak fisik dan tindakan mengisolasi diri bagi perantau yang pulang serta orang-orang yang pernah berada dekat atau bersentuhan fisik dengan pasien terinfeksi virus covid-19.

"Kepada institusi terkait diminta agar para medis dan tim medis yang bertugas di Puskesmas setempat segera dilengkapi peralatan pelindung diri sehingga mereka bisa menjalankan tugas kemanusiaan dengan aman," pintanya.

Ia mengungkapkan, dari penelusurannya ke puskesmas tersebut ditemukan fakta kelengkapan alat pelindung diri dan alat rapid rest yang menjadi komponen utama penanganan covid-19, sudah habis terpakai sementara pemetaan notifikasi daerah itu masih ada warga yang harus dilakukan pemeriksaannya.

Terkait kondisi faktual lapangan saat ini terkait pemetaan notifikasi lokal sementara, kepala Puskesmas setempat, Fitria, mengungkapkan jumlah notifikasi sebanyak 150 jiwa dengan jumlah kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 13 jiwa dan satu pasien dalam pengawasan yang sudah dinyatakan positif masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Ahmad Moekhtar (RSAM) Bukittinggi.

Sementara untuk ketersediaan alat penguji rapid test, dan alat perlindungan diri yang telah diterima sebelumnya, sudah terpakai habis dan saat ini masih menunggu pengiriman berikutnya dari pihak dinas terkait.

"Untuk sementara ini kami tetap menjalankan pelayanan sesuai standar prosedur penanganan covid-19, meskipun dengan kelengkapan seadanya," katanya.

Pantauan harianhaluan.com, meskipun sudah ada warga setempat sudah dinyatakan positif terjangkit virus covid-19,namun aktifitas warga setempat sebagian besar belum melaksanakan standar protokol sebagaimana disarankan pemerintah.

Dari hasil wawancara dengan sejumlah warga, disamping sulitnya mendapatkan masker dan hand sanitizer, mereka mengaku sangat kurang memperoleh informasi tentang virus pandemi dunia itu karena tidak adanya transfer informasi yang jelas dan berkesinambungan dari pihak gugus tugas kecamatan serta unsur pemerintahan terdepan. (*)

Reporter : Rully | Editor : Milna
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]