Kapolres Imbau Warga Jangan Kucilkan ODP dan PDP Corona


Rabu, 08 April 2020 - 16:36:48 WIB
Kapolres Imbau Warga Jangan Kucilkan ODP dan PDP Corona Suasana dialog antara rombongan Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya, dengan pihak tim medis dan paramedis Puskesmas Simpati, Kecamatan Simpati, Rabu (8/4).

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Polisi Resor (Kapolres) Pasaman, AKBP Hendri Yahya, mengimbau masyarakat daerah itu khususnya kawasan yang sudah ditemukan warga positif terjangkit virus covid-19 seperti Kecamatan Simpati, Sumatera Barat.

"Penyakit akibat terinfeksi virus covid-19 bukanlah penyakit aib, jangan kucilkan orang-orang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam pergaulan sosial sehari-hari," ucapnya menyikapi dialog tentang adanya informasi tentang kondisi tertekan seorang warga yang dikucilkan karena berstatus ODP dengan petugas Puskesmas setempat, Rabu (8/4/2020).

Menurutnya, langkah isolasi bagi penderita atau imbauan isolasi mandiri bagi ODP atau mereka yang pulang dari rantau ke kampung halaman, ditujukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Imbauan dan larangan tersebut berlaku secara umum bagi siapa saja, meskipun demikian bukan berarti harus menunjukkan sikap seakan-akan menolak kehadiran seseorang yang dinyatakan ODP atau PDP.

"Justru kita harus memberikan rasa empati bagi korban dan keluarganya dengan ujian penyakit yang menimpa, bayangkan apa jadinya kalau hal itu menimpa kita atau keluarga kita juga," sebutnya.

Ia menegaskan, yang harus dilakukan itu adalah tetap berada dirumah dan saling menguatkan antar sesama, dan hindari kumpul-kumpul di warung serta kegiatan lainnya yang bersifat negatif dan melanggar norma agama dan sosial.

"Saya beserta jajaran tidak segan-segan menindak tegas masyarakat yang masih berkumpul diwarung untuk berjudi atau kegiatan lainnya yang mengumpulkan orang banyak akan dibubarkan," tegasnya.

Sementara itu, kepala Puskesmas Kecamatan Simpati, Fitria, mengungkapkan pihaknya memang menemukan adanya masyarakat yang mengaku tertekan secara psikologis akibat adanya sikap penolakan oleh lingkungan kepada yang bersangkutan.

"Warga tersebut memang tercatat sebagai ODP karena memiliki riwayat perjalanan yang sama baik tempat dan waktu kedatangan dengan PDP yang sudah dinyatakan positif mengidap virus covid-19," sebutnya saat berdialog dengan rombongan Kapolres Pasaman di Puskesmas Simpati.

Ia menambahkan, warga bersangkutan sudah meminta dilakukan isolasi ditempat lain atau di kawasan fasilitas medis agar tidak keberadaannya tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Namun, lanjutnya, setelah dikonsultasikan dengan pihak terkait, permintaan warga tersebut tidak bisa dilakukan karena yang bersangkutan setelah dilakukan pemeriksaan, tidak memiliki tanda-tanda terjangkit virus corona.

Menanggapi situasi tersebut, Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya, selaku wakil ketua Gugus Tugas Penanganan covid-19 Pasaman, meminta pihak terkait segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Jangan sampai ada potensi konflik sosial yang timbul di tengah masyarakat luas, hanya karena kita lalai atau salah dalam menjalankan fungsi tanggung jawab yang sudah diatur dalam protokol penanganan wabah covid-19," pintanya.

Ia mengimbau kepada petugas gugus tugas kecamatan agar secepatnya memberikan informasi dan pandangan kepada masyarakat tentang bagaimana menghadapi risiko penyebaran virus tersebut, sesuai dengan standar protokol yang sudah ditetapkan.

"Jangan biarkan masyarakat terombang-ambing dalam informasi kabur dan belum bisa dibuktikan kebenarannya, selain dapat memicu masalah sosial antar sesama, hal itu bisa saja akan berlanjut ke ranah hukum yang tentu sama-sama kita tidak inginkan itu terjadi, " tegasnya. (*)

Reporter : Rully /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]