Mulai Senin, Siswa SD hingga SMA Bisa Belajar Melalui Tayangan TVRI


Kamis, 09 April 2020 - 21:43:22 WIB
Mulai Senin, Siswa SD hingga SMA Bisa Belajar Melalui Tayangan TVRI Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: CNN

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membuat program "Belajar dari Rumah" yang akan ditayangkan di TVRI sehingga bisa diakses oleh pelajar di seluruh Indonesia. Rencananya, program tersebut ditayangkan selama siswa belajar di rumah akibat wabah virus corona (Covid-19).

"Kami sadar bahwa banyak juga sekolah-sekolah di daerah-daerah, satu tidak punya akses ke internet ataupun, dua masih sulit untuk memahami bagaimana menggunakan platform-platform teknologi. Ataupun ada keterbatasan dana," kata Nadiem kepada wartawan melalui saluran teleconference, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (9/4).

Nadiem menjelaskan bahwa program tersebut akan mulai dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia mulai Senin (13/4) mendatang sejak pukul 08.00 sampai 23.00. Nantinya, penayangan program tersebut akan dilakukan selama 3 bulan dan akan dievaluasi kemudian.

Nadiem menambahkan bahwa materi pembalajaran yang ditampilkan akan mencakup semua jenjang pendidikan. Mulai dari PAUD hingga SMA atau sederajat pada waktu yang sudah ditentukan.

"Konten dari sisi pembelajaran yang disajikan akan fokus meningkatkan literasi, peningkatan numerasi dan penumbuh karakter peserta didik," jelas dia.

Program televisi itu nantinya terdiri dari 720 episode yang akan ditayangkan selama 90 hari. Apabila terbukti efektif, Nadiem akan menggodok untuk memperpanjang penayangan program tersebut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas pembelajaran secara gratis ini utamanya ditujukan pada mereka yang berada di daerah 3 T, yakni tertinggal, terdepan dan terluar.

Kendati demikian, Nadiem menjelaskan bahwa program yang Ia luncurkan itu bukan untuk mengganti proses pembelajaran yang selama ini dilakukan di sekolah.

Program itu, kata dia, hanya menjadi suplemen atau tambahan proses pembelajaran bagi sekolah yang terkendala akses selama masa krisis pandemi Covid-19 saat ini.

"Kemendikbud juga akan selalu melakukan monitoring program ini dengan lembaga non-pemerintah untuk selalu mengkaji kualitas dan apakah program ini program yang berguna," tutur Nadiem.

Selain pembelajaran bagi murid-murid, program tersebut akan menayangkan bimbingan bagi orangtua dan juga guru. Hal itu berkaitan dengan proses pembelajaran yang kini sedang dilakukan dari rumah masing-masing.

"Sebenarnya banyak juga orangtua yang frustrasi karena ini pembelajaran bagi mereka juga," ungkapnya. (*)

 Sumber : CNN /  Editor : Milna

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]